Pensiunan Muda TNI, Bacaleg DPR RI : Gaji Prajurit TNI Dan PNS Militer Kita Masih Di Bawah Standar
JAKARTA – Captain Indonesia Oktoberiandi, SH, alumni Akabri tahun 2004, mantan Penerbang TNI AU, ikut menjadi Bakal Calon Legislatif DPR RI yang didaftarkan ke KPU oleh Partai besutan Tommy Soeharto.
Mantan Perwira TNI ini menyempatkan diri berbicara kepada wartawan tentang tujuannya terjun ke dunia politik setelah pensiun dini dari TNI. Hal itu disampaikannya di sela-sela acara sosialisasinya di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/7/18).
“Saya pernah mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara ini melalui TNI Angkatan Udara selama 11 tahun 6 bulan. Saya tahu persis kehidupan Prajurit, PNS Militer dan keluarganya,” ucap mantan Pilot TNI AU ini.
“Kesejahteraan Prajurit, PNS Militer dan keluarganya harus kita perjuangkan untuk kuatnya pertahanan negeri kita ini, itu tujuan utama saya,” tegas Ketua Umum DPP Pemuda Berkarya ini.
Dalam kesempatan tersebut, Lulusan Sarjana Hukum Universitas Marsekal Suryadarma ini menjelaskan pengalamannya dulu saat masih menjadi prajurit TNI.
“Di waktu saya masih dinas di TNI, jarang prajurit TNI maupun PNS Militer yang gak punya hutang. Banyak yang minjem di Bank, banyak juga di Koperasi. Bisa jadi minjem di keduanya, di Bank dan di Koperasi. Saya juga dulu pernah minjem, di Bank dan Koperasi. Untuk memenuhi kebutuhan. Sama dengan rekan-rekan prajurit yang lain. Coba aja cek rekan-rekan di TNI,” tuturnya.
Saat ditanya mengapa hal tersebut terjadi, mantan Wasekjen DPP Partai Berkarya ini menjelaskan alasannya.
“Gaji Prajurit dan PNS Militer kita masih dibawah standar. Tidak sesuai dengan pengabdian yang diberikan mereka kepada negara. Kita akan perjuangkan, gaji mereka harus sama dengan gaji tentara Singapura minimal, kalo bisa lagi sama dengan gaji tentara Amerika,” jawabnya.
Apakah tunjangan kinerja yang diberikan selama ini tidak membantu memperbaiki kesejahteraan?
“Membantu, tapi menurut saya masih belum cukup. Di masa saya tunjangan kinerja itu cairnya 36 persen dari seharusnya 100 persen. Baru-baru ini dengar mau naik ke 70 persen. Tapi belum terealisasikan sepertinya. Kita akan perjuangkan agar segera naik dan dibayarkan 100 persen,” jawab tokoh muda antikorupsi ini.
“Perumahan Prajurit dan PNS Militer itu harus dibangun sesuai jumlah yang ada. Agar tidak ada Prajurit dan PNS Militer Aktif yang tinggal di luar komplek dan siap kapanpun bertugas buat negara,” ujar alumni Pondok Pesantren Alhidayah Kampar ini.
“Banyak kasus prajurit TNI yang tinggal di luar ksatrian TNI yang terpengaruh narkoba, asusila dan lain sebagainya. Kita harus jaga prajurit kita seperti mereka menjaga kita semua rakyat Indonesia, dengan cara menyediakan rumah yang aman dan nyaman bagi mereka dan keluarganya di tempat mereka bertugas, ” tambah Bakal Calon Legislatif Partai Berkarya Dapil Jakarta Timur ini.
Salah satu programnya yang bisa membuat pensiunan TNI dan PNS Militer beserta keluarganya merasa lega dan tersenyum adalah menyediakan rumah sebagai tanda terimakasih dari negara untuk pensiunan TNI dan pensiunan PNS Militer.
“Menyediakan rumah untuk Prajurit TNI dan PNS Militer setelah mereka pensiun. Saya sedih sekali mendengar apalagi melihat jika ada pensiunan TNI atau pensiunan PNS Militer yang digusur dari rumah dinas. Kita harus mencarikan solusi terbaik buat mereka, yaitu negara membangunkan rumah yang aman dan nyaman buat mereka setelah pensiun sebagai tanda terimakasih atas pengabdiannya,” tutup pencipta dan penyanyi lagu Korupsi Merajalela ini.[]
175
previous post