Digitalnewsindo/Jakarta — Menanggapi polemik terbaru yang menyeret nama Inara Rusli, ustaz dan pendakwah Gus Rofi’i memberikan pandangan panjang mengenai persoalan rumah tangga, dugaan hubungan siri, hingga potensi masalah hukum yang muncul.
Gus Rofi’i mengaku sebenarnya enggan mengomentari urusan rumah tangga seseorang, namun karena banyaknya pertanyaan dari media, ia pun memberikan penjelasan.(1/12/2025)
Gus Rofi’i mengungkapkan bahwa ia sempat bersimpati kepada Inara saat dianggap sebagai korban. Bahkan ia mengaku pernah menawarkan bantuan hukum kepada Inara pada kasus sebelumnya.
Namun kini ia menyayangkan citra baik yang berubah akibat dugaan hubungan terlarang, rekaman CCTV, serta pengakuan yang membuat masyarakat tak lagi bersimpati.
Gus Rofi’i mengatakan “bahwa Nikah siri bisa sah, namun ada dua kategori: yang terbuka dan yang sembunyi-sembunyi”.
Jika dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan istri sah, maka:
Menimbulkan mudarat,
Bisa jatuh pada kategori haram,
Bahkan dapat dianggap melanggar Undang-Undang Perkawinan dan masuk unsur perzinahan.
Ia mempertanyakan apakah nikah siri Inara dan Insan termasuk kategori yang difatwakan ulama sebagai tidak sah karena menyakiti pihak lain.
Saran untuk Inara: “Lebih Baik Mengundurkan Diri, Menurut Gus Rofi’i ,Karena Insan dan istri sahnya (Mawa) sudah punya anak, maka yang harus diutamakan adalah keutuhan keluarga utama”.
Sementara Inara belum memiliki anak dari hubungan tersebut, sehingga menurutnya lebih mudah untuk mundur.
Ia menyebut, jika Inara terus melanjutkan hubungan, ia berisiko dicap pelakor oleh publik. Lebih baik Inara mengalah demi kemanusiaan. Jangan sampai ia menyandang cap pelakor seumur hidup,” ujarnya.
Gus Rofii menegaskan bahwa, Laki-laki seharusnya gentleman, tidak sembunyi-sembunyi, Jika tak siap poligami secara jujur, jangan melakukannya, Ia menyebut Insan terlihat cengeng ketika menangis, padahal seorang laki-laki harus tegas dan bertanggung jawab.
“Kalau mau poligami, syarat pertama: harus kaya. Jangan kere, banyak gaya, akhirnya nipu,” tegasnya.
Gus Rofi’i berharap kasus ini tidak masuk terlalu jauh ke jalur hukum karena dampaknya besar bagi anak.
Ia menawarkan diri sebagai penengah dan membuka ruang mediasi di tempatnya.
Pesan untuk Semua Pihak
Jangan menyakiti pasangan sah.
Jangan menikah siri tanpa izin.
Jangan memulai hubungan dari kebohongan.
Kembalikan segala keputusan berdasarkan kejujuran, akhlak, dan tanggung jawab.