
JAKARTA, 21-22 Januari2018 Memasuki babak baru di tahun 2018, Yayasan Baitul MaaI BRI sebagai Lembaga AmiI Zakat Nasional yang rnenghimpun dan memberdayakan dana zakat pekerja BRI dan masyarakat di Seluruh Indonesia terus bertansformasi untuk dapat memberdayakan umat. Sepanjang tahun 2017. YBM BRI telah memberikan manfaat kepada 280.831 orang di seluruh Indonesia meIaIui 19 kantor wilayah.
Tahun 2018, YBM BRI menjadikan “Inovasi Hadir Melayani”sebagai tema pemberdayaan. Hal tersebut merupakan keharusan YBM BRI untuk bernovasi yang terinspirasi oleh semangat BUMN (hadir untuk negeri) dan BRI (melayani setulus hati). Inovasi terus dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik bagi penerima manfaat
“Alhamdulillah di tahun 2017 dengan amanah dana sebanyak Rp 105,3 M, YBM BRI dapat terus bersinergi dan merangkul 280.831 penerima manfaat Sementara itu kedepannya lntegrasi program pemberdayaan berbasis keIuarga dan Beasiswa Kader Surau menjadi program utama,”Tutur Dwi Iqbal Noviawan, General Manager YBM BRI.
Guna mengimpiemeniasikan spirit “Inovasi Hadir Melayani” daIam bentuk program dan penganggaran, YBM BRI menggejar Workshop Amil YBM BRI. Mengambil tempat di Putri Duyung Cottage AncoI, acara yang digeIar pada tanggal 21 -22 Januari 2018 ini dihadiri oleh Prof. Dr. R. Agus Sartono, M.B.A (Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK), Ibu R. Sophia Alizsa (Direktur Human Capital BRI), Badan Pembina Syariah YBM BRI, Badan Pembina Syariah YBM BRI, Badan Pengawas YBM BRI, Badan Pengurus YBM BRI, Pengurus KanwiI Selindo, dan Pelaksana Harian Kanwil Selindo.

Launching tema YBM BRI tahun 2018 dilakukan dengan penabuhan rebana yang dilakukan oleh Ibu R. Sophia Alizsa, Badan Pembina Syariah YBM BRI, Badan Pengawas YBM BRI, Badan Pengurus YBM BRI, Pengurus Kanwil Selindo, dan Pelaksana Harian Kanwil Selindo.
Selain launching tema, daIam agenda tahunan ini juga disampaikan update isyu perkembangan dunia pemberdayaan meIaIui materi yang disampaikan oleh beberapa orang pakar, diantaranya adaIah Bapak Urip Budiarto (GM Penggalangan Sumberdaya Dompet Dhuafa) yang menyampaikan materi PeIuang YBM Dalam Memanfaatkan Trend Urban PhiIanIhropy, Bapak. Muhaimin Iqbal (Chairman of Indonesia Startup Center, Inistiaior iGrow Resources Indonesia, 101 Siads, PT. Biomass Energy Indonesia) yang menyampaikan materi Trend Inovasi DaIam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, studi kasus i-Grow” , Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si (Guru Besar Bidang Ketahanan Keluarga IPB) yang menyampaikan materi “Program IP2BK dan Potrel Ketahanan.Keluarga Indonesia dan Bpk.YuIizar D. Sanrego (Anggota Dewan Syariah NasionaI-MajeIis UIama Indonesia (USN-MUD) yang menyampaikan materi “Fiqih Tamkin (Fiqih Pemberdayaan)”.
Dengan adanya pelaksanaan workshop AmiI YBM BRI SeIuruh Indonesia ini diharapkan YBM BRI dapat semakin berkontribusi dalam gerakan zakat, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Pada tahun 2018, YBM BRI menjadikan Integrasi Program Pembedayaan Berbasis Keluarga atau yang dikena dengan IP2BK dan Beasiswa Kader Surau sebagai program unggulan. IPQBK telah berjalan sejak tahun 2016 dan telah memberikan manfaat kepada setidaknya 38.042 penerima manfaat. IP2BK hadir sebagai saIah satu upaya mengentaskan kemiskinan berbasis keIuarga. Disisi Iain, kami meyakini bahwa kemiskinan merupakan buah dari rendahnya pemahaman anggota keIuarga akan peran, fungsi, dan tugas daIam keIuarga serta sangat erat kaitannya dengan persoaIan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Untuk itu, pendekatan pemberdayaan masyarakat daIam pengentasan kemiskinan bukan hanya meIaIui pemberian stimulus daIam haI materi,tetapi
juga dalam bentuk penguatan rohani. Integrasi program dilakukan meIaIui beberapa kegiatan yang terintegrasi, yaitu: Pembinaan keluarga, beasiswa anak mustahik, bantuan advokasi BPJS, Program Peningkatan keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), dan Sanitasi Total Berbasis Komunitas (STBK).
Beasiswa kader surau dimulai tahun 2014 kepada mustahik mahasiswa di tiga kampus yaitu, Universiras Indonesia, lnstitut Teknologi Bandung dan Universitas Diponegoro, dimana penerima beasiswa tersebut selain mendapatkan SPP dan living cost. juga dibuatkan asrama dan pendampingan dengan kurikulum terintegrasi. Beberapa hal yang dibina perkembangannya selain prestasi akademik, juga kemampuan keorganisasian, hafalan alquran, serta kegiatan kemasyarakatan di lingkungan asrama.
Pada tahun 2017, program ini memperluas kebermanfaatannya melalui penambahan 9 kampus mitra program 8 kota di Indonesia, yaitu: Universitas Padiadjaran, Universitas Diponegoro. Universitas Sriwiiaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Lampung, Universitas Brawijaya, lnstitut Teknologi Sepquh November, Universitas Airlangga, dan Institut Pertanian Bogor. Sementara itu, pada tahun 2018, YBM BRI berencana kembali memperluas kebermanfaatan program beasiswa kader surau dengan menambah kampus Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, Universitas Andalas, Universitas Udayana, dan Universitas Sultan Agung Tirtayasa.