
Jakarta 4,4,2018 Kodam Jaya Condet– Peringatan tersebut dipimpin Ketua Persit KCK Cabang X Rindam PD Jaya Ny. Yovita Anton Yuliantoro dan dihadiri Kepala Bagian Umum (Kabagum) Rindam Jaya Letkol Inf Sumarman yang mewakili Danrindam Jaya, para Kabag, Dansatdik, Ketua Ranting, Pembina Harian dan 180 orang anggota Persit KCK Cabang X Rindam PD Jaya.
“Dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan, Persit Kartika Chandra Kirana bertekad meningkatkan potensi diri, kesehatan dan pendidikan keluarga serta kreativitas prajurit guna mendukung tugas TNI AD,” peringatan HUT ini ditandai dengan pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng oleh Ny. Yovita Anton Yuliantoro yang diserahkan kepada anggota Persit tertua Ny. Ati Sumryati (istri Letkol Inf Wasid) dan Persit termuda Ny. Nuriah Dwi Ningrum (Istri Praka Leo S.) yang mengandung makna harapan agar hidup selalu sejahtera, melambangkan tangan merapat untuk selalu menyembah Tuhan dan sebagai simbol pengharapan agar kesejahteraan hidup semakin sukses.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabagum, Danrindam Jaya Kolonel Inf Anton Yuliantoro, S.I.P., M.Tr. (Han) menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar dengan dukungan Persit, Rindam Jaya sebagai lembaga pendidikan semakin mampu mengaktualisasikan diri dan komitmen pada pengabdiannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan latihan serta membantu pembinaan latihan satuan-satuan di Jajaran Kodam Jaya.
Danrindam Jaya menjelaskan“Anggota Persit hendaknya termotivasi untuk meningkatkan potensi diri, kesehatan dan pendidikan keluarga guna membangun rasa bangga dan cinta kepada Rindam Jaya sehingga dapat mendukung tugas dan kinerja terbaik suami, Danrindam Jaya juga mengharapkan agar anggota Persit dapat menciptakan keluarga yang harmonis dan menjalin komunikasi yang baik sesama Persit maupun lingkungan, sehingga perilaku anggota Persit dapat berpengaruh positif terhadap karier suami” , unkapnya
Ny Yovita Anton Yuliantoro ketua umum persia KCK yang membacakan amanat tertulis. Rosita Mulyono mengatakan “bahwa sejarah menjadi saksi perkembangan organisasi Persit tidak terpisah dari sejarah perjuangan bangsa dimana istri tentara terlibat pada masa merebut kemerdekaan. Kondisi ini menjadi bagian perjuangan Bangsa Indonesia menghadapi budaya-budaya yang bertentangan dengan Pancasila seperti hedonisme, konsumerisme dan individualisme yang mendorong generasi muda pada penghambatan terhadap kesenangan duniawi dan kepentingan individu”.