
Digitalnewsindo.com
Jakarta,12 Oktober 2017-Serentak Se-Indonesia,”TERM OF REFERENCE (TOR) AKSI KEBANGSAAN PERGURUAN TINGGI MELAWAN RADIKALISME”-
Kamis 28 Oktober 2017 Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia dengan tema:” Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta,” telah selesai diselenggarakan di Nusa Dua Bali pada tanggal 25-26 September 2017. Terdapat 2 (dua) momentum penting dalam kegiatan tersebut, yaitu (1) pembacaan Deklarasi Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme yang disampaikan di depan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada hari Selasa, 26 September 2017; dan (2) kesepakatan dalam rapat pleno di ballroom BNDCC pada hari Senin, 25 September 2017 untuk melaksanakan Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di setiap propinsi atau kota secara serentak Se-lndonesia pada tanggal 28 Oktober 2017, dengan melibatkan jaringan Panitia Pelaksana kegiatan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-lndonesia. Kesepakatan tersebut termaktub dalam risalah rapat Komisi Program dan Rencana Tindak Lanjut pada angka 7 (tujuh).
Bila merujuk suasana rapat pleno tanggal 25 September 2017, kesepakatan menggelar aksi kebangsaan serentak pada tanggal 28 Oktober 2017, dimaksudkan agar ada kesinambungan kegiatan di kampus-kampus, pasca gelar pertemuan Bali. Selain tentu saja beberapa rekomendasi strategis lainny, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari rangkaian acara pertemuan selama 2 (dua) hari tersebut.
Oleh karena itu, penting disusun suatu kerangka acuan kegiatan (term of reference) untuk memaksimalkan koordinasi di antara SC dan 0C, serta demi suksesnya kegiatan pada tanggal 28 Oktober 2017 tersebut.
Kegiatan ini bernama Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme
Mempertegas sikap perguruan tinggi se-lndonesia bersama civitas akademika di masing-masing kampus untuk melawan radikalisme dan intoleransi, serta menjadi benteng bagi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal lka dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mensosialisasikan secara lebih luas di kalangan civitas akademika khususnya, dan pada masyarakat secara umum, mengenai isi Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme, untuk secara bersama diaktualisasikan secara nyata dan kongkrit dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan sosial-kemasyarakatan dengan berlandaskan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada hari Kamis, 28 Oktober 2017, bertepatan dengan momentum kebangsaan hari Sumpah Pemuda.
Tempat Kegiatan Kegiatan dilakukan di lapangan terbuka (out door) atau di area kampus yang
memiliki lapangan terbuka luas. Tehnis harap dapat dikoordinasikan dengan SCOC lokal dan nasional, serta pihak Polri di masing-masing daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh peserta yang hadir pada Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-lndonesia: Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali pada tanggal 25-26 September 2017. Masing-masing wilayah propinsi membentuk susunan kepanitiaan yang terdiri dari SC dan OC serta mahasiswa masing-masing kampus yang komposisi. jumlah dan pembagian tugasnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di wilayah.
Adapun 155 pimpinan perguruan tinggi yang menjadi Steering Committee (SC) nasional kegiatan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di Bali, sesuai hasil rapat koordinasi dan evaluasi SC di Hotel Santika Nusa Dua Bali pada tanggal 26 September 2017, masih tetap menjadi SC nasional acara ini. Susunan Organizing Committee (0C) nasional terlampir.
Kegiatan ini pesertanya adalah civitas akademika masing-masing perguruan tinggi, ditambah dengan undangan dari unsur-unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, budayawan, serta undangan baik individu maupun kelembagaan yang dipandang perlu oleh panitia pelaksana di tingkatan wilayah masing-masing. Panitia juga.(daeng)
145