Jpeg


Jakarta, 26,Oktober 2017–Pada beberapa waktu yang lalu, topik sebuah hotel mewah yang disinyalir terdapat praktek prostitusi ramai dibicarakan. Pada debat  calon gubernur pun, topik hotel tersebut muncul dan menjadi komitmen salah satu pasangan calon untuk memberantas praktek prostitusi di hotel tersebut. Pada waktu yang hampir berdekatan, Kalijodo yang dikenal oleh publik sebagai area transaksi seksual di Jakarta dihancurkan.
Terhadap topik tersebut, ada yang muncul tapi tidak dibicarakan sebagai topik bersama, baik oleh pemerintah DKI Jakarta maupun oleh publik, yakni Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA), baik laki-laki maupun perempuan. Kehadiran mereka tidak mengenal momentum, tapi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari warga DKI Jakarta. Mereka menjadi bagian tidak terpisahkan dari pariwisata dan turisme. Mereka pun muncul dalam apa yang disebut sebagai seks online yang menjajakan anak-anak.
Eksploitasi Seksual Komersial Anak adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada penggunaan seksualitas anak oleh orang dewasa dengan mempertukarkannya dengan imbalan, baik berupa uang tunai atau in natura. Imbalan dapat diterimakan langsung kepada anak ataupun kepada orang lain yang mendapat keuntungan komersial dari seksualitas anak. Baik laki-laki maupun perempuan.
Dalam eksploitasi seksual komersial, eksploitasi seksualitas anak sekaligus dibarengi dengan eksploitasi ekonomi. Hal inilah yang membedakan dengan eksploitasi seksual anak dalam bentuk yang tidak ada sisi ekonominya seperti persetubuhan, perkosaan, pencabulan dan bentuk-bentuk tindakan seksual lainnya yang dilakukan terhadap anak.  Karena itu, ESKA menjadi cakupan Konvensi ILO juga. Konvensi ILO No. 182/1999 tentang Larangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak mengklasifikasikan ketiga bentuk ESKA sebagai bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak (the worst forms of child labour), yaitu prostitusi anak, perdagangan anak untuk tujuan seksual, dan pornografi anak.
Untuk memerangi Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA), dibutuhkan langkah-langkah baik berupa kebijakan maupun layanan yang terintegrasi dari para pemangku kepentingan agar DKI Jakarta terbebas dari ESKA. Yayasan Bandungwangi terlibat
bersama 11 negara lainnya dan anggota aliansi Down to Zero di Indonesia, yaitu Terre des Hommes Netherland, Plan International Indonesia dan ECPAT Indonesia, melakukan langkah-langkah untuk memerangi Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA), baik laki-laki maupun perempuan.
Tentu saja upaya penghapusan terhadap ESKA bukan tanpa tantangan dan hambatan. Pertama, Istilah eksploitasi seksual komersial anak tidak ada dalam sistem perundangan Indonesia. Sehingga tidak aneh kalau kemudian di nomenklatur pemerintah untuk mengakses dan mengembangkan intervensi terhadap ESKA juga menjadi tidak ada. Baik itu dalam ranah pencegahan, pengurangan resiko maupun dalam ranah penanganan.
Kedua, secara kultural, seorang anak yang sudah menikah tidak lagi dianggap sebagai anak. Padahal 60-70% seseorang memasuki prostitusi sebelum usia 18 tahun. Pernikahan dini ini menjadi penyumbang yang cukup signifikan terhadap keberadaan ESKA. Begitu juga dengan pengalaman seksual dini lainnya seperti, korban kekerasan seksual, seks bebas,  dan lain sebagainya turut memberi andil terhadap proses seorang anak menjadi ESKA, baik laki-laki maupun perempuan.
Ketiga, posisi sosial ESKA yang terstigma membuat persoalan ESKA menjadi tertutupi. Tidak ada data yang pasti mengenai besaran jumlah, lokasi, situasi, dan masalah-masalah yang dihadapi oleh ESKA. Keberadaannya seolah menjadi tersebar, tertutup dan tersembunyi. Stigma inilah yang blok sehingga muncul kesulitan untuk saling mengakses antara ESKA dengan para penyedia layanan baik pemerintah maupun lembaga masyarakat. Di satu sisi ESKA memiliki hambatan psikologis terhadap layanan, di sisi lain layanan yang dikembangkan untuk ESKA, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki tingkat aksesibilitas yang rendah.
Keempat, adanya pergeseran yang luar biasa dalam hal bermasyarakat

You may also like

Leave a Comment

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

article 710000221

article 710000222

article 710000223

article 710000224

article 710000225

article 710000226

article 710000227

article 710000228

article 710000229

article 710000230

article 710000231

article 710000232

article 710000233

article 710000234

article 710000235

article 710000236

article 710000237

article 710000238

article 710000239

article 710000240

article 710000241

article 710000242

article 710000243

article 710000244

article 710000245

article 710000246

article 710000247

article 710000248

article 710000249

article 710000250

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

artikel 338000031

artikel 338000032

artikel 338000033

artikel 338000034

artikel 338000035

artikel 338000036

artikel 338000037

artikel 338000038

artikel 338000039

artikel 338000040

artikel 338000041

artikel 338000042

artikel 338000043

artikel 338000044

artikel 338000045

artikel 338000046

artikel 338000047

artikel 338000048

artikel 338000049

artikel 338000050

artikel 338000051

artikel 338000052

artikel 338000053

artikel 338000054

artikel 338000055

artikel 338000056

artikel 338000057

artikel 338000058

artikel 338000059

artikel 338000060

artikel 338000061

artikel 338000062

artikel 338000063

artikel 338000064

artikel 338000065

artikel 338000066

artikel 338000067

artikel 338000068

artikel 338000069

artikel 338000070

artikel 338000071

artikel 338000072

artikel 338000073

artikel 338000074

artikel 338000075

artikel 338000076

artikel 338000077

artikel 338000078

artikel 338000079

artikel 338000080

artikel 338000081

artikel 338000082

artikel 338000083

artikel 338000084

artikel 338000085

artikel 338000086

artikel 338000087

artikel 338000088

artikel 338000089

artikel 338000090

news-1701