
Jakarta,15 Februari 2018-Goes to campus yang di adakan di STIP Marunda Jakarta Utara dan Ketua Umum Bapak Capt. Sahattua P. Simatupang MM,MH.
Indonesia itu adalah negara kelautan 75℅ laut daripada daratnya.
Ketua Umum FORKAMI James Talakua mengatakan,”FORKAMI ingin berkontribusi dalam derap langkah perubahan dalam bentuk Lerning by experiences.” Tantangan peluang di era globalisasi ini bagi kebutuhan tenaga kerja.Terbuka lebar-lebar baik di Indonesia maupun International.
Bersaing dengan negara-negara lain dalam industri maritim pada pasar global.Dengan kegiatan ini merupakan suatu langkah mengisi kekosongan ruang-ruang pengetahuan dan skill bagi tuntutan sumber daya maritim yang di kehendaki oleh sektor industri saat ini.Membutuhkan pemikiran yang kreatif dan inovatif,meningkatkan wawasan di bidang kerja di luar menjadi seorang pelaut.Sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia.Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi poros maritim.
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan di Indonesia di bawah naungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang dahulu dikenal dengan nama Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) atau Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran (PLAP) Jakarta.Letak kampus STIP Jakarta saat ini berada di Jalan M
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran adalah Pendidikan pelayaran yang berada dibawah naungan Badan Diklat Perhubungan Republik Indonesia. Berdiri sejak tahun 1953 Akademi Ilmu Pelayaran yang menyelenggarakan Program Diploma III (setara dengan BSc) dengan 2 jurusan antara lain: Nautika dan Teknika (sertifikat kompetensi Klas III), lama pendidikan 3-4 tahun.
Pada tanggal 27 februari 1957 AIP diresmikan oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno. Saat itu juga menjadi Akademi Pelayaran Pertama di Indonesia. Lokasi kampus berada di Jl. Gunung Sahari, Mangga Dua Ancol, Jakarta Utara.
Pada tahun 1962 AIP menyelenggarakan kerjasama dengan Akademi Pelayaran Amerika yaitu Kings Point untuk kelas khusus. Sejak didirikan, AIP telah memilki reputasi yang baik sebagai Pusat pendidikan Pelayaran sehingga pada tahun 1974 sampai dengan 1984 AIP berhasil menyelenggarakan pertukaran pelajar dengan Tanzania, Malaysia dan Bangladesh.
Pada tahun 1964 Akademi Ilmu Pelayaran Niaga dan Akademi Telekomunikasi dilebur menjadi Akademi Ilmu Pelayaran. sehingga AIP mendapat lisensi untuk melaksanakan 4 program studi: Nautika, Teknika, Ketatalaksanaan dan Kepelabuhanan (KTK) dan Elektronika & Telekomunikasi.
Pada tahun 1983 Akademi Ilmu Pelayaran berubah nama menjadi Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran (PLAP) dan diberikan lisensi untuk melaksanakan program Strata A, Strata B dan Strata C dengan 4 jurusan: Nautika, Teknika, Telekomunikasi Pelayaran dan Ketatalaksanaan dan Kepelabuhanan (KTK).
Pada Strata A merupakan program 3 tahun yang setara dengan BSc dengan sertifikat kepelautan kelas 3, Strata B merupakan program 1 tahun untuk pelaut yang memiliki pengalaman berlayar 2 tahun setelah mengikuti pendidikan Starta A dan memiliki sertifikat kepelautan kelas 2 dan Strata C merupakan program pendidikan dengan sertifikat kepelautan kelas 1 tahun 1995 PLAP mendapatkan lisensi untuk menyelenggarakan Program DiplomaIV dengan 3 Jurusan: Nautika, teknika dan Ketatalaksanaan dan kepelabuhanan (KTK) yang setara dengan Sarjana program kepelautan.
Pada tahun 1998 Institut diberi lisensi untuk menyelenggarakan DIklat Familiarization Training, Basic Safety Training, Proficiency in Survival Craft and Rescue Boat, Advance Fire Fighting, Tanker Familiarization, Oil Tanker, Liquified Gas Tanker, Chemical Tanker, GOC-GMDSS, Medical First Aid Training, Medical Care Training dan Radar /ARPA Training.
Pada bulan maret 2000 Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran (PLAP) berubah status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dengan struktur organisasi baru yang membuka kesempatan bagi STIP untuk menjawab tantangan melaksanakan tingkat pendidikan yang lebih tinggi sampai ke jenjang S2 dan S3.Dan akhirnya pada bulan april 2002 STIP menempati Kampus baru di Marunda Jakarta Utara.
Adapun visi dari FORKAMI yaitu terbentuknya satu lembaga yang mampu memberikan rumusan strategi tentang pembangunan Kemaritiman Nasional termasuk Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Bahari demi terwujudnya Kejayaan Maritim di Indonesia.
Adapun misinya adalah sebagai berikut;
Menghimpun dan memperdayakan Rakyat Indonesia menjadi Sumber Daya Manusia Bahari yang terampil dan cinta laut.Menyelenggarakan pengkajian tentang potensi Kelautan Indonesia untuk di sampai kan kepada Pemerintah dan lembaga-lembaga terkait.
Memperjuangkan aspirasi dan kepentingan Masyarakat Bahari.
Adapun narasumber;
-Laksda TNI (Purn)Ir.Drs.Bonar Simangunsung,SE,Sc
-capt.Yohanes B Mitakda.
Acara ini didukung oleh perusahaan Pelayaran Djakarta Lloyd, Ship Management Indonesia dan Austen Maritime Indonesia serta INSA.(red/emi)


