Jelang Ramadhan, Peraturan Warnet Diperketat
Babinsa Desa Pabuaran, Serda Didik berserta tiga pilar instruksikan pemilik usaha warung internet (warnet) agar memperketat aturan bagi pengguna jaringan berbayar.
Penyediaan game online yang sudah marak diharap dapat dikendalikan mengingat sebentar lagi Ramadhan tiba.
“Kami harap pengusaha warnet dapat memilah kebijakan dalam hal ini,” kata dia.
Ia katakan tujuan diadakan peraturan tersebut agar pelajar atau remaja tidak menghabiskan waktunya seharian penuh didalam warnet.
“Kami ingin meminimalisir kesalahan. Biasanya pelajar suka menghabiskan waktu seharian didalam warnet,” kata Didik.
Ia sebutkan itu adalah bentuk kepedulian terhadap generasi penerus.
Kata Didik juga, sudah banyak warga yang melapor masalah ini, baik kepada Babinsa atau bhabinkamtibmas.
“Banyak orang tua mengadu masalah ini, anaknya banyak yang lupa waktu kalau sudah bermain game online,” tambahnya.
Banyak anak yang lupa belajar jika sudah bermain game adalah faktor utama.
Senada, Lurah Desa Pabuaran, Romli, juga tekankan agar pemilik warnet yang sudah terdata agar mematuhi kesepakatan bersama.
“Waktu buka dan tutup sudah kita sebar dan sudah dimengerti, kami harap agar kesepakatan ini dipatuhi”, kata Romli didampinginya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Aiptu Saripudin, Rabu, (9/5/2018)
Tercatat ada delapan pemilik usaha Warnet yang hadir di pertemuan tersebut.
Salah satunya Elis, dia setuju dengan himbauan yang diberikan.
“Demi kebaikan lingkungan serta para remaja saya patuh saja”, tuturnya.
Salah satu kesepakatan adalah tidak boleh buka 1 X 24 Jam, waktu buka Pkl. 06.00 Wib sampai dengan Pkl. 24.00 Wib.
137