Menakar Politik Anggaran RAPBN
Oleh Forum Indonesia Untuk Transparasi Anggaran
Jakarta 19 Agustus 2018 –Terkait dengan pencapaian tujuan RAPBN 2019 ini, fitra melihat terdapat beberapa isu penting yang dapat di highlight pertama; terkait dengan upaya pemerintah memobilisasi sumber-sumber pendapatan negara, kedua; terkait dengan upaya pemerintah mengalokasikan belanja negara untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui belanja pegawai, program perlindungan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, serta penguatan desentralisasi fiskal; dan ketiga, terkait sumber-sumber pembiayaan negara.
Kontribusi Tax Amnesty belum maksimal
Kontribusi pajak terhadap pendapatan Negara & Hibah pada era kabinet kerja rata-rata mencapai 82 persen. Hal ini jauh melampui penerimaan pajak pada kabinet Indonesia bersatu 1(KIB) yang rata-rata hanya mencapai69 persen dan KIB II mencapai 74 persen. Pada RAPBN 2019, Pendapatan Negara dan hibah di proyeksi mencapai Rp 2.142 Triliun, dimana 83 persennya di sumbang dari sektor perpajakan. Tingginya penerimaan pajak tidak lepas dari program tax amnesty dan tax holiday penerintah saat ini.
Kenaikan Belanja Pegawai dan Upaya Pencitraan
Pada RAPBN, anggaran Belanja pegawai di tetapkan mencapai Rp 368,6 Triliun atau naik sekitar Rp 26,1 Triliun di banding tahun 2018. Secara rata-rata, Belanja pegawai di era Kabinet Kerja mencapai 24 persen dari Total APBN. Meski Jokowi baru dua kali menaikkan gaji pegawai selama periode pemerintahanya, persentase Belanja pegawainya jauh di atas era kabinet Indonesia bersatu 1 KIB 1 dan KIB 11 yang rata-rata mencapai 17 persen dan 20 persen.
Pengurangan Subsidi vs Belanja kesejahteraan Sosial dan Infratruktur
Rata-rata belanja subsidi di era Jokowi hanya 15% dari belanja negara. Penggunakan anggaran penghematan subsidi pada awalnya memang untuk pelayanan dasar, tetapi belakangan mulai tidak jelas.
Pembiayaan Negara; Gali lubang tutup lubang
Dalam acara komprensi pers nota keuangan dan RAPBN 2019, mentri Keuangan sri mulyani mengatakan bahwa tahun 2019 akan menjadi tahun yang berat bagi keuangan negara karena banyak hutang-hutang di masa lalu yang akan jatuh tempo. Di dalam nota keuangan dan RAPBN 2019 di sebutkan bahwa total pembayaran bunga Hutang pada tahun 2019 adalah sebesar 275.420,4 triliun ataw sebesar 17,1 persen dari total belanja negara Angka ini lebih tinggi dibanding Belanja untuk fungsi pebdidikan yang rata-rata hanya 11 persen dan kesehatan yang hanya 4 persen. rata-rata dalam 5 tahun dari waktu ke waktu, utang menjadi salah satu andalan pemerintah untuk mengatasi kekurangan sumber-sumber pembiayaan negara. Pada tahun 2019 di perkiraan pembiayaan negara yang bersunber dari utang sebesar 259.279,1 atau sebesar 15% dari total belanja negara.
163