Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Berikan Seberkas Cahaya di Kampung Kriko, Papua
(Penkostrad. Jumat, 7 September 2018). Gemericik air melewati sela-sela kincir yang baru saja difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kampung Kriko, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua.
Kampung yang sebelumnya gelap gulita itu, kini menikmati seberkas cahaya berkat Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Yonif Para Raider 501 Kostrad yang berinisiatif membangun PLTA untuk 24 kepala keluarga di kampung ini.
Kampung Kriko, merupakan salah satu kampung yang belum terjamah jaringan listrik. Jarak kampung ini dari Pos Satgas Pamtas RI-PNG di Pitewi sekitar tujuh kilometer yang dapat ditempuh lewat jalur darat. Kondisi jalan menuju kampung ini tak bisa dibilang bagus, hanya pengerasan, banyak berlobang dan tanpa aspal.
Akses jaringan telekomunikasi hanya bisa diakses di sekitar Pos Pitewi saja. Selama ini, Kebutuhan listrik di Kampung Kriko saat ini masih bergantung pada Solar Cell yang disubsidi oleh pemerintah dan itupun hanya untuk penerangan jalan saja.
Selama ini, untuk penerangan, sebagian masyarakat di kampung itu menggunakan diesel sebagai sumber cahaya atau menggunakan Solar Cell yang disubsidi oleh pemerintah dan itupun hanya untuk penerangan jalan saja
Komandan Yonif Para Raider 501 Kostrad, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Listiyanto bercerita ide awal pembuatan PLTA bermula dari hasil pengamatan Tim Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 501 Kostrad yang datang ke Papua. Kedatangan itu untuk memeriksa sejumlah kekurangan yang ada di pos-pos serta di sekitar kampung binaan.
“Dari hasil pengamatan kami, kampung ini punya potensi besar, tapi belum dikelola secara maksimal. Maka kami bersama tim kemudian berkoordinasi untuk menentukan langkah apa yang tepat dilakukan untuk membantu masyarakat disini,” kata Eko, Rabu, 5 September 2018.
Dikatakan Eko, inisiatif membuat PLTA ini muncul karena melihat potensi sungai yang ada di kampung itu. Menurut keterangan warga setempat, sungai itu diberi nama Sungai Bewan Mati, yang artinya takkan pernah kering meski musim kemarau tiba.
Sebelumnya, sungai itu hanya difungsikan untuk keperluan sehari-hari saja. Bahkan, dibeberapa bagian terlihat sungai tak terawat dan dipenuhi ilalang serta tanaman liar.
“Dengan adanya PLTA dengan memanfaatkan aliran sungai ini, masyarakat merasa terbantu karena tak ada lagi pengeluaran untuk membeli BBM jenis solar sebagai bahan bakar diesel,” ungkapnya.
Sejauh ini, tim Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 501 Kostrad sudah membuat kincir air menggunakan generator 1000 wat dengan dua aki. Tak sampai disana, Satgas juga membuat tiga generator tambahan untuk menambah penerangan, agar semua warga di desa tersebut bisa menikmati listrik. Danyonif menargetkan penambahan daya ini bisa rampung sebelum HUT TNI 5 Oktober mendatang.
Salah seorang warga desa, Sem Bewangkir mengaku sangat senang dengan dibangunnya PLTA ini. Sebelumnya, mereka hanya menggunakan pelita sebagai penerangan di dalam rumah.
“Namun saat ini, rumah saya sudah dialiri listrik hasil PLTA yang dibangun anggota TNI. Kami sangat terbantu. Sekarang anak-anak juga lebih mudah belajar karena sudah ada listrik di rumah kami
Autentikasi
Kapen Kostrad, Letkol Inf Adhi Giri Ibrahim
HP.081220102345

You may also like

Leave a Comment

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

cuaca 228000590

cuaca 228000591

cuaca 228000592

cuaca 228000593

cuaca 228000594

cuaca 228000595

cuaca 228000596

cuaca 228000597

cuaca 228000598

cuaca 228000599

cuaca 228000600

cuaca 228000601

cuaca 228000602

cuaca 228000603

cuaca 228000604

cuaca 228000605

cuaca 228000606

cuaca 228000607

cuaca 228000608

cuaca 228000609

cuaca 228000610

cuaca 228000611

cuaca 228000612

cuaca 228000613

cuaca 228000614

cuaca 228000615

cuaca 228000616

cuaca 228000617

cuaca 228000618

cuaca 228000619

cuaca 228000620

cuaca 228000621

cuaca 228000622

cuaca 228000623

cuaca 228000624

cuaca 228000625

cuaca 228000626

cuaca 228000627

cuaca 228000628

cuaca 228000629

cuaca 228000630

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

info 328000526

info 328000527

info 328000528

info 328000529

info 328000530

info 328000531

info 328000532

info 328000533

info 328000534

info 328000535

info 328000536

info 328000537

info 328000538

info 328000539

info 328000540

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

berita 428011421

berita 428011422

berita 428011423

berita 428011424

berita 428011425

berita 428011426

berita 428011427

berita 428011428

berita 428011429

berita 428011430

berita 428011431

berita 428011432

berita 428011433

berita 428011434

berita 428011435

berita 428011436

berita 428011437

berita 428011438

berita 428011439

berita 428011440

berita 428011441

berita 428011442

berita 428011443

berita 428011444

berita 428011445

berita 428011446

berita 428011447

berita 428011448

berita 428011449

berita 428011450

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

kajian 638000002

kajian 638000003

kajian 638000004

kajian 638000005

kajian 638000006

kajian 638000007

kajian 638000008

kajian 638000009

kajian 638000010

kajian 638000011

kajian 638000012

kajian 638000013

kajian 638000014

kajian 638000015

kajian 638000016

kajian 638000017

kajian 638000018

kajian 638000019

kajian 638000020

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

article 788000001

article 788000002

article 788000003

article 788000004

article 788000005

article 788000006

article 788000007

article 788000008

article 788000009

article 788000010

article 788000011

article 788000012

article 788000013

article 788000014

article 788000015

article 788000016

article 788000017

article 788000018

article 788000019

article 788000020

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000026

article 788000027

article 788000028

article 788000029

article 788000030

news-1701