Apakah Fenomena Solstis Berbahaya
Solstis sebenarnya hanyalah fenomena astronomis biasa. Solstis berasal dari bahasa Latin: Solstitium, yang terdiri dari dua kata. Sol yang bermakna matahari dan Stitium (bentuk kerja: Sistere) yang berarti tempat berhenti, singgah atau balik. Sehingga solstis dapat disepadankan dengan “Titik Balik Matahari”.
Secara khusus, Solstis dapat didefinisikan sebagai peristiwa ketika matahari berada paling utara maupun selatan ketika mengalami gerak semu tahunannya, relatif terhadap ekuator langit.
Fenomena solstis sendiri tidak merupakan suatu kejadian yang berbahaya bagi manusia. Solstis merupakan peristiwa alam yang terjadi secara berkala karena adanya perputaran bumi di sekitar matahari. Fenomena solstis hanya mempengaruhi panjang siang hari dan malam hari di setiap belahan bumi, tetapi tidak memiliki dampak langsung terhadap kesehatan atau keamanan manusia.
Namun, ada beberapa fenomena alam yang terkait dengan solstis yang dapat memiliki dampak negatif bagi manusia, seperti perubahan cuaca yang ekstrim atau gempa bumi yang terjadi pada saat solstis. Namun, fenomena tersebut tidak langsung disebabkan oleh solstis, melainkan disebabkan oleh faktor-faktor lain yang berkaitan dengan gerakan bumi dan cuaca.
Dampak Solstis
Dampak solstis yang dirasakan oleh manusia tentu tidak seekstrem yang dinarasikan seperti pada imbauan yang disinformatif dan menyesatkan.
Sekalipun di hari terjadi solstis ini terjadi letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami maupun banjir rob, fenomena-fenomena tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan solstis dikarenakan solstis merupakan fenomena murni astronomis yang juga dapat memengaruhi iklim dan musim di Bumi, sedangkan fenomena-fenomena tersebut disebabkan oleh masing-masing dari aktivitas vulkanologis, seismik, oseanik dan hidrometeorologi.
“Jika kamu menemukan berita maupun imbauan yang berasal dari pihak yang belum tentu jelas kebenarannya dan kurang dapat dipercaya, dimohon untuk tidak mudah percaya begitu saja, dan berhenti menyebarkan berita/imbauan tersebut, juga dapat mengedukasi sekaligus meluruskan berita/imbauan tersebut dari pihak yang terpercaya,” demikian tulis akun Lapan RI.
[21/12 11.33] +62 895-3325-37128: *Wakapolda Metro Jaya Pimpin Upacara Pelantikan Bintara Polri tahun 2022 di SPN Lido*
Jakarta – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo, M.Si. memimpin upacara Penutupan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2022.
Sebelum penutupan acara tersebut, Brigjen Hendro Pandowo yang juga selaku inspektur upacara langsung melakukan pemeriksaan pasukan , di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (21/12/2022).
Sebanyak 471 siswa SPN Polda Metro Jaya resmi dilantik menjadi anggota Polri. Proses Pelantikan dan Pengambilan Sumpah diawali Pernyataan Penutupan Pendidikan oleh Wakapolda Metro Jaya.
Selanjutnya, Penanggalan Tanda Siswa dan Pemasangan Tanda Pangkat Efektif, Penyerahan Ijazah dan Pemberian Penghargaan kepada 3 orang siswa terbaik pada bidang akademik, mental dan jasmani.
Dalam amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo, M.Si mengucapakan selamat kepada para Bintara remaja Polri yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan pembentukan Bintara polri tahun 2022.
“Penutupan pendidikan ini bukan akhir dari perjalanan,akan tetapi awal dari pengabdian kepada masyarakat dengan demikian telah melekat tugas dan tanggung jawab sebagai anggota polri yang siap di tempatkan di seluruh wilayah Indonesia dengan keberagaman dan berbagai tantangannya”
Lanjut Hendro, saat ini polri harus berbenah, SDM-nya harus berkualitas, kinerja harus sesuai harapan rakyat. Oleh karena itu salah satu program tranformasi kapolri adalah mewujudkan SDM polri yang profesional diera Police 4.0. yang siap menghadapi perkembangan Iptek dan siap melindungi rakyat dengan sepenuh hati.
Dalam kesempatan tersebut Brigjen Hendro menyampaikan ucapan terima kasih dari Kapolda Metro Jaya, Pejabat Utama kepada ka SPN dan tenaga pendidik, tenaga pengajar yang telah memberikan pengabdian terbaik mencurahkan segala pikiran waktu untuk para bhayakara muda, ucapnya
Brigjen Hendro juga memberikan beberapa penekanan, antara lain agar meningkatkan selalu keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpegang teguh dan amalkan nilai-nilai Tribrata Polri dan Catur Prasetya Polri.
”Saya meminta agar seluruh Bintara Polri memahami dengan baik dan melaksanakan tugas dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh menjadi sosok panutan bagi Masyarakat,” tutupnya.