Polrestro Bekasi Kota Gelar Ungkap Kasus Tindak pidana perbuatan eksploitasi seksual Terhadap Anak Dibawah Umur
BEKASI – Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari didampingi Wakasat Reskrim Kompol Dedi Iskandar, S.H, M.H. dan AKP Supriyanto, SH Kanit PPA Sat Reserse Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan kegiatan Konferensi Pers dalam ungkap Kasus Tindak pidana perbuatan eksploitasi seksual terhadap anak dibawah umur bertempat di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (27/9/2023).
Kejadian terungkap atas laporan orang tua korban kepolisi dengan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 2685/ IX / 2023 / SPKT.Sat Reskrim / Polres Metro Bks Kota / Polda Metro Jaya, tanggal 18 September 2023.
“Polres Metro Bekasi Kota sore hari ini mengungkapkan kasus terkait masalah eksploitasi seksual terhadap anak dibawah umur di mana Kasus tersebut terkenal Pasal 88 Jo 76i UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas undang-undang RT No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” Kata Kasie Humas Kompol Erna Ruswing Andari kepada wartawan.
“Awal kejadian adalan orang tua daripada si korban yaitu pelapor atas nama T dan korban atas nama YAP. Korban dijanjikan bekerja oleh tersangka namun malah dijadikan open BO, Kedua tersangka tersebut adalah suami istri,” kata Erna Ruswing Andari.
Peran dari masing-masing tersangka sendiri ialah VS (pria) bertugas mempromosikan korban melalui aplikasi media sosial michat. Sedangkan untuk untuk peran KW (perempuan) bertugas mengumpulkan uang hasil open BO korban.
“Jadi setelah korban menerima tamu, uang dari tamu tersebut diserahkan lagi kepada istri dari pelaku ini,” imbuhnya.
Dari pengakuan korban, per tamu menerima tarif 250 ribu atau paling besar 700 ribu rupiah per tamu.
“Dalam satu hari korban ini bisa menerima tamu 3 sampai paling banyak 7 orang perhari,” katanya.
Korban diketahui tinggal bersama kedua tersangka di sebuah rumah kontrakan. Dalam kesehariannya korban terus diawasi oleh kedua tersangka dan tidak bebas dalam bepergian.
Sedangkan untuk kebutuhan selalu dikeluarkan oleh tersangka KW karena ia yang menampung uang korban. Korban setiap hari Korban dan kedua tersangka merupakan teman atau lebih dulu mengenal korban.
Korban tidak berdaya karena selama bulan Juli sampai dengan Agustus 2023, korban terus mengalami ancaman secara psikis.
“Dari keterangan korban setiap korban ingin pulang kerumah selalu diikuti oleh mereka dan di bawah ancaman untuk kembali ke dalam kontrakan,” pungkasnya.
Polisi juga menyita berbagai barang bukti diantaranya akta kelahiran korban, pakaian korban, 2 buah buku catatan, 4 bungkus kondom yang sudah terpakai, 2 unit handphone dan uang senilai Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)
Para pelaku dijerat pasal 88 junto 76i UU RI nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka berdua terancam hukuman penjara selama 10 tahun dan atau denda paling banyak 200.000.000 (dua ratus juta rupiah)