Tawa, Luka, dan Kehangatan Keluarga: Film Suka Duka Tawa Siap Sambut Awal 2026
Film drama komedi keluarga produksi BION Studios dan Spasi Moving Image tayang mulai 8 Januari 2026
Jakarta, 19 Desember 2025 — Mengawali tahun 2026, BION Studios bersama Spasi Moving Image menghadirkan film drama komedi keluarga bertajuk Suka Duka Tawa. Film debut sutradara Aco Tenriyagelli ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026.
Melalui kisah yang hangat dan reflektif, Suka Duka Tawa mengajak penonton menertawakan luka-luka batin yang kerap tersembunyi dalam kehidupan keluarga. Dalam press screening yang digelar baru-baru ini, film ini mendapat sambutan positif dan antusias dari para penonton yang larut dalam tawa sekaligus emosi.
Lebih dari sekadar hiburan pembuka tahun, Suka Duka Tawa menjadi ruang kontemplasi tentang bagaimana manusia berdamai dengan kehilangan, memori masa kecil, dan relasi keluarga yang tak selalu sempurna.
Sebagai film panjang pertamanya, Aco Tenriyagelli menghadirkan cerita yang sangat personal dengan pendekatan “menyembuhkan luka lewat tawa.” Film ini turut digarap bersama Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo, serta didukung Ajeng Parameswari sebagai produser eksekutif.
“Sejak awal kami melihat Aco sebagai sineas dengan sudut pandang yang jujur dan berani. Lewat film ini, ia mampu menghadirkan kisah yang ringan namun menghantam emosi, membuat penonton tertawa tanpa kehilangan makna,” ujar produser Tersi Eva Ranti.
Kedekatan Aco dengan dunia musik juga terasa kuat dalam film ini. Soundtrack yang dihadirkan bukan sekadar pengiring cerita, melainkan elemen penting yang memperdalam emosi. Kembalinya karya The Adams ke layar lebar, bersama deretan lagu lain, menciptakan nuansa nostalgia dan reflektif sepanjang film.
“Bagi saya, komedi adalah cara paling jujur untuk berbicara tentang luka,” kata Aco Tenriyagelli. “Karakter Tawa merepresentasikan banyak anak yang tumbuh dengan kehilangan figur ayah. Saya ingin penonton bisa tertawa, lalu tanpa sadar menyadari luka yang mungkin pernah mereka alami.”
Sejak pemutaran perdananya, Suka Duka Tawa juga mendapat respons positif di berbagai kesempatan, termasuk di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) serta sesi screening mendadak di Depok yang disambut antusias oleh penonton lintas usia.
Banyak penonton mengaku merasa dekat dengan perjalanan Tawa, yang diperankan Rachel Amanda, dalam menghadapi trauma masa kecil saat memasuki fase dewasa. Melalui kisah sederhana namun emosional, Suka Duka Tawa mengajak penonton merayakan keluarga—dengan segala suka, duka, dan tawa yang menyertainya.