Jakarta, Epicentrum XXI, 19 Mei 2018. Seven Sunday Films meluncurkan satu persembahan special Hanung Bramantyo dalam film “THE GIFT”. Film bertema Drama sarat makna ini berkisah tentang romansa anak manusia dalam menemukan cinta sekaligus makna hidup melalui pengorbanan yang dilakukan demi cinta sejati.
Satu lagi karakter berbeda kembali diperankan secara apik oleh Reza Rahadian bersanding dengan Ayushita Nugraha, Dion Wiyoko dan artis kawakan Christine Hakim sebagai berperan utama. Totalitas akting para pemain tak perlu diragukan lagi, terutama Reza Rahadian, yant kali ini berperan sebagai pria disabilitas dan misterius yang belum pernah ia perankan di film sebelumnya.
The GIFT berkisah tentang Tiana (Ayushita), seorang novelis, yang memprotes Harun (Reza Radian), pemilik kontrakannya, karena merasa terusik okeh suara musik yang terlalu keras. Baru Tiana sadari ternyata Harun adalah seorang tuna netra yang memilih menutup diri dari luar dan bergeming dalam kesendirian.
Seiring berjalannya waktu, Harun yang keras kepala dan satir akhirnya membuka diri. Kedekatan mereka berujung dengan perasaan cinta satu sama lain. Kejadian demi kejadian yang terduga terjadi pada mereka seolah menghantarkan pada perjalanan akan pengorbanan terbatasan manusia. Pada persepsi bahwa hitam tak selamanya pekat dan terang tak melulu berujung pada kebahagiaan.
Spirit pengorbanan yang luar biasa dan cinta kasih kepada sesama inilah yang hendak dibagikan film ini kepada seluruh masyarakat pecinta perfilman indonesia bahkan seluruh masyaraka di asia, khususnya yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. The Gift mengajak
kita senantiasa menebar kasih dan kedamaian, khususnya di bulan penuh berkah ini dengan menebar kasih dan kedamaian tercipta keharmonisan dan kerukunan yang
erat.
Film ini menampilkan bintang besar indonesia yang tak asing lagi seperti Reza Rahadian Ayushita Nugraha, Dion Wiyoko dan Christine Hakim, serta didukung oleh Anisa Hertami,Renaldy Zulkarnaen, Roekman Rosadi, Romaria Simbolon, Tumiinten dan lain~lain.
Tanpa meragukan akting-akting terbaik dari para pemainnya, Alur cerita yang unpredictablei Tim pun tak kalah menarik. Dua Iokasi berpadu sekaligus, antara Yogyakarta, lndonesia dan satu dari tujuh keajaiban dunia, Menara Pisa di italia.
Mengambil setting di kawasan perbukitan Kaliurang, Yogyakarta yang terkenal yang terkenal dengan keindahan sejuk berpadu kawasan pantai eksotis, dalam sekejap akan memani insan pecinta film untuk berimajinasi. Disusui kawasan Basilica di Santa Maria del Fiorw,
sebuah katedral yang terketak di Firenze,Italia menyajikan nuasa klasik dari sebuah sinematography lainnya yang tak kalah indah.
Sisi menarik lainnya adalah Reza Rahardian dan Yura Yunita yang turut mengisi soundtrack film dengan lagu berjudul,” pekat”.
Semuanya menjadi harmonisasi yang indah sekaligus klasik layaknya film-film berkualitas eropa.
187
previous post