Digitalindonesianews.com-Himpunan Santri, Alumni dan Simpatisan Nurul cholil (HISAN) Pusat melantik gabungan Cabang Hisan Jakarta, Bodes (Bogor, Depok, Sukabumi), Jawa Barat, Banten, Cirebon dan Bandung di sekretariat Hisan Jakarta, Kelapa Satu Cakung Jakarta Timur, Minggu (12/06).
Kegiatan ini dilantik langsung oleh Ketua Umum Hisan Pusat Kiai Achmad Faqot Zubair yang tiba dari Bangkalan Madura pada saat hari pelantikan itu juga.
Sementara itu, nama-nama yang memegang amanah jadi ketua Hisan Cabang antara lain, Cabang DKI Jakarta H. Fachri Cholil, Cabang Jawa Barat Hasanudin Munali, cabang
Bodes H. Muhammad Mursidi, cabang Banten Mawardi Said, cabang Cirebon Muhammad Syahrul dan cabang Bandung Cholil AS.
“Saya ucapkan selamat, kepada pengurus yang sudah dilantik ini, semoga amanah dan membawa inovasi yang dapat memajukan Hisan ke arah lebih baik,” kata Kiai Ahmad Faqot yang merupakan Putra Kiai Zubair Muntashar
Menurutnya, Hisan ini merupakan organisasi alumni Pondok Pesantren Nurul Cholil yang sudah memiliki 30 cabang seluruh Indonesia dan cabang istimewa di Malaysia, dan dalam waktu dekat akan dibentuk cabang istimewa Arab Saudi.
Lebih lanjut, ia meminta program yang dilaksanakan tiap bulannya tidak hanya musyawasrah dan silaturahmi saja. Namun harus memiliki program yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Ia mencontohkan Hisan Pusat yang sudah menggelar bakti sosial donor darah di Tanah Merah, kegiatan sedekah makan gratis setiap Jumat dan aksi sosial lainnya.
“Harapan kami ini bisa diterapkan di hisan cabang yang lain Jabar, Bodes dan lain sebagainya, Karena kumpul silaturahmi ini tentu baik apalagi sampai berdampak pada sosial masyarakat ,” ucapnya
Sementara itu, Ghufron Mubin menjelaskan Hisan itu berbeda dengan organisasi pada umumnya, menurutnya Hisan itu basisnya adalah santri yang memiliki karakter kepatuhan dan tunduk terhadap amanah pondok.
Meski demikian, namun Hisan secara organisasi tidak mengurangi norma yang berlaku di organisasi pada umumnya seperti adanya musyawarah mufakat, menjungjung tinggi nilai kebersamaan.
Namun, Ia tidak menyangkal bahwa hisan merupakan organisasi yang terbuka karena itu simpatisan yang notabene tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok Nurul Cholil juga dapat bergabung dengan Hisan.
“Hisan juga bisa beranggotakan santri yang lain (selain Nurul Cholil), terbuka pada yang tidak pernah ada di pesantren yang semata-mata ingin bersilaturahmi yang berkaitan dengan seluruh pondok pesantren,” kata Ghufron yang juga dilantik sebagai Dewan Pertimbangan Hisan Jakarta.