Jcc senayan

Digitalnewsindo, JCC Senayan–Masalah yang ditangani Dampak cekaman kekeringan akibat pemanasan global saat ini semakin meningkat prevalensinya dan diperkirakan sepertiga dari luas daratan dunia rentan terhadap kekeringan. Cekamakekeringan akan mendorong berbagai perubahan morfologi, metabolik, dan fungsi fisiologi tanaman. Pada tanaman kelapa sawit, dampak cekaman kekeringan atau defisit air akan menimbulkan gejala awal berupa terganggunya pasokan air dari xylem ke sel-sel elongasi, penyerapan ion-ion nutrisi, kehilangan turgor, penutupan stomata yang pada akhirnya berdampak terhadap menurunnya laju fotosintesis dan produksi. Pada kurun waktu
tahun 2015 dan 2019, telah terjadi penurunan produktvitas kelapa sawit sebesar 40-50% yang disebabkan
adanya musim kemarau panjang.
b. Perkiraan nilai ekonomi jika masalah tertangani, Tanaman kelapa sawit memerlukan curah hujan sebagai sumber air untuk mendukung pertumbuhan,perkembangan, dan produktivitasnya. Cekaman kekeringan dapat menyebabkan laju produksi pelepah daun menurun; penurunan sex ratio, ditandai dengan kemunculan bunga jantan yang lebih banyak; jumlah tandan buah menurun; aborsi/keguguran bunga meningkat; gagal tandan atau kerusakan perkembangan tandan menjadi buah akan meningkat; penurunan rendemen (banyaknya buah mentah/buah hitam tetapi sudah membrondol); dan panen pertama dapat tertunda. Berdasarkan kegiatan riset diketahui bahwa aplikasi
BioSilAc dapat menghemat konsumsi air pada TBM dan TM masing-masing sebesar 50 dan 30%. Melalui aplikasi BioSilAc diharapkan dapat meminimalisir penurunan produktivitas kelapa sawit yang diakibatkan
karena cekaman kekeringan pada saat terjadi El Nino. Dengan asumsi penggunaan BioSilAc pada tingkat 1% TM (tanaman menghasilkan) dari luasan yang telah ditanami kelapa sawit 8,9 juta Ha atau setara 89.000 Ha maka nilai ekonomi yang dapat diselamatkan adalah sebesar 50% (penuruna produksi) x 20 ton TBS/Ha/ tahun x Rp. 2.800/kg (harga TBS) x 89.000 Ha = Rp. 2,49 T/tahun.

Rincian singkat teknologi Peran silika (Si) bagi tanaman makin banyak dilaporkan oleh berbagai peneliti di berbagai negara terutama menyangkut peningkatan kesehatan tanaman dan ketahanannya terhadap cekaman kekeringan, hama
penyakit, serta produktivitasnya. Proses kehilangan Si melalui desilikasi banyak dijumpai pada tanah-tanah tua di daerah tropis dan subtropis yang menyebabkan dominasi Al dan Fe di dalam tanah. Penurunan kandungan silika yang dapat tersedia di dalam tanah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan
karena berhubungan erat dengan penurunan produktivitas secara progresif yang dapat terjadi pada beberapa jenis tanaman.
Teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan di atas telah dikembangkan oleh satu tim riset di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), PT Riset Perkebunan Nusantara. Kegiatan riset
BioSilAc telah dilaksanakan selama periode tahun 2016-2019 melalui dukungan pendanaan dari Badan
Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan 2020-2021 melalui Program Riset Inovatif Produktif, Kementerian Keuangan RI. Penggunaan silika dalam bentuk H4SiO4 (asam silikat) yang tersedia bagi tanaman serta diperkaya dengan bakteri/fungi pelarut silika, dan selanjutnya disebut dengan Bio-Silicic Acid (Bio-SilAc) merupakan inovasi teknologi yang keunggulannya tidak saja mampu meningkatkan
ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan, tetapi juga dapat mengoptimal produksi dan vigoritas
tanaman. Hasil pengujian aplikasi BioSilAc di lapang pada tanaman kelapa sawit dan jagung dapat menghemat konsumsi air sebesar 30-50% dan produktivitas tanaman uji lebih tinggi apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

Pengembangan produk BioSilAc dalam bentuk tablet dan cair ini

Menggunakan konsep pentingnya meningkatkan penyerapan unsur hara lainnya seperti P dan K untuk mengoptimalkan produksi serta dapat meningkatkan kemampuan tanaman dalam beradaptasi menghadapi perubahan iklim yang kurang mendukung untuk budidaya. BioSilAc berbahan baku mineral lokal yang terjamin kualitas dan pasokannya. Penerapan aplikasi BioSilAc dapat dilakukan di perkebunan dan lahan pertanian yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia khususnya menyasar pada penggunaan di lahan sub optimal seperti lahan rawa, berpasir, sulfat masam, mineral liat, dan lahan kering masam. Produk BioSilAc telah memenuhi standardisasi nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pertanian No. No.209/Kpts/SR.320/3/2018 untuk pupuk

silika. BioSilAc memiliki kadar Si-tersedia (H4SiO4) 9-12%. Pada tahun 2019, BioSilAc telah memperoleh
Nomor pendaftaran pupuk dari Kementerian Pertanian dengan No. 606.OL/Kpts/SR.320/B/10/2019. Teknologi
produksi BioSilAc telah dipatenkan dengan Nomor Pendaftaran S00201900212 dan S00202102361. Satu
Paten telah diperoleh dengan No. Paten IDS00000428, Tgl. 22 Oktober 2021. Selain itu pula, teknologi ini juga mendapat penghargaan Golden Award di tingkat international masing-masing dari Cyber International Genius Inventor Fair 2020 (CIGIF 2020) di Seoul, Korea pada bulan Desember 2020 dan Toronto
International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS) di Toronto, Kanada pada bulan Agustus 2021.

Prospek pasar secara umum Potensi pasar untuk produk BioSilAc mencakup tanaman perkebunan (kelapa sawit dan tebu) serta tanaman pangan (padi, jagung, dan kedelai) serta hortikultura. Berdasarkan data BPS tahun 2021 luas perkebunan kelapa sawit mencapai 14,3 juta Ha dan 8,9 juta Ha diantaranya telah ditanami kelapa sawit. Sementara
untuk penanaman tebu telah mencapai 192,1 ribu Ha. Apabila diambil 5% dari potensi pasar di kedua komoditas perkebunan tersebut maka diperlukan sekitar 405 ton BioSilAc tablet per tahun atau senilai Rp.136, 9 Milyar. Potensi pasar ini akan jauh lebih besar dengan adanya tambahan dari komoditas padi, jagung, dan hortikultura.

Apakah sudah ada investor yang berminat untuk bekerjasama (jelaskan statusnya).Pelaksanaan produksi dan pemasaran BioSilAc sampai saat ini masih dilakukan di Pusat Penelitian
Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), PT Riset Perkebunan Nusantara. Produksi pupuk BioSilAc yang dilakukan di PPBBI ini bersifat sementara untuk menunjang kegiatan demoplot, riset pasar dan promosi. Untuk pemasaran BioSil.

Latar belakang Pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang vital dalam budidaya tanaman, khususnya tanaman perkebunan. Dalam acuan baku alokasi biaya pupuk dapat mencapai 70% dari total biaya produksi. Sebagai mata dagangan komersial harga pupuk sangat ditentukan oleh harga bahan baku,biaya proses (energi dan tenaga kerja), dan transportasi. Dinamika harganya sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan permintaan. Atas dasar hal tersebut maka upaya efisiensi secara terus menerus dilakukan agar modal yang ditanamkan mampu menghasilkan panen yang menguntungkan. Upaya-upaya ini pada dasarnya menyangkut perbaikan produk pupuknya dan/atau
perbaikan efisiensi tanah. Paradigma pengguna pupuk masih mengikuti pola pikir lama, yaitu mengutamakan harga per kilogram pupuk, dan bukan menekankan pada prinsip cost effectiveness dengan menekankan peningkatan B/C ratio. Peningkatan biaya tidak menjadi masalah jika peningkatan margin keuntungan mampu mengkompensasikannya atau penghematan biaya menjadi tambahan keuntungan.

Masalah yang akan ditangani Faktor pembatas utama tanaman kelapa sawit yang ditanam pada lahan sup optimal adalah faktor perubahan iklim dan ketersediaan air. Perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir semakin
menegaskan kondisi yang ekstrim. Musim kemarau yang berkepanjangan dengan curah hujan rendah di sepanjang tahun berjalan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap
produktivitas kelapa sawit yang menjadi komoditi andalan di Indonesia. Dampak cekaman kekeringan akibat pemanasan global semakin meningkat prevalensinya dan diperkirakan sepertiga dari luas daratan dunia rentan terhadap kekeringan. Pada tanaman kelapa sawit, dampak cekaman kekeringan atau defisit air akanmenimbulkan gejala awal berupa terganggunya pasokan air dari xylem ke sel-sel elongasi, penyerapan ion-ion nutrisi, kehilangan turgor, penutupan stomata yang pada akhirnya berdampak kepada laju fotosintesis dan penurunan produksi sampai dengan 50%. Pada kurun waktu tahun 2015 dan 2019, telah terjadi penurunan produktvitas kelapa sawit sebesar 40-
50% yang disebabkan adanya musim kemarau panjang.Secara umum curah hujan di Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman kelapa sawit,akan tetapi pada beberapa wilayah distribusi hujan yang tidak merata sepanjang tahun menyebabkan keterbatasan air menjadi masalah yang sering terjadi pada pertanaman kelapa sawit. Pada musim kemarau, tanaman kelapa sawit pada umumnya lebih mudah mengalami kekeringan.
Kebutuhan air untuk tanaman kelapa sawit sekitar 1.950 mm per tahun. Kelapa sawit memerlukan curah hujan sekitar 2.000 mm yang merata sepanjang tahun tanpa adanya bulan kering (defisit air)
yang nyata. Terkait dengan kebutuhan air yang sangat besar untuk kelapa sawit maka pengembangan budidaya kelapa sawit di lahan sub optimal akan mengalami kendala. Selain kecukupan nutrisi, yang menjadi fokus utama untuk memperbaiki daya dukung tanah adalah
mengoptimalkan kemampuan tanaman dalam mengatur penggunaan air untuk proses fotosintesis dan produksi. Permasalahan tersebut akan disampaikan dalam lingkup pemaparan materi diskusi.

Keunggulan Teknologi
Melalui dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) selama periode tahun 2016-2020, tim riset di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), PT Riset Perkebunan Nusantara telah mengembangkan teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan di atas berupa pupuk silika yang diperkaya dengan bakteri/fungi pelaru tsilika (biosilika). Penggunaan silika dalam bentuk H4SiO4 (asam silikat) yang tersedia bagi tanaman serta diperkaya dengan bakteri/fungi pelarut silika ini selanjutnya disebut dengan Bio-Silicic Acid(Bio-SilAc). Pengembangan prototipe produk BioSilAc dalam bentuk tablet menggunakan konsep pentingnya meningkatkan penyerapan P dan K untuk mengoptimalkan produksi serta dapat meningkatkan kemampuan tanaman dalam beradaptasi menghadapi perubahan iklim yang kurang mendukung untuk budidaya. Pupuk fungsional BioSilAc berbahan baku mineral lokal yang terjamin kualitas dan pasokannya. Penerapan aplikasi BioSilAc dapat dilakukan diperkebunan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia khususnya menyasar pada penggunaan dilahan sub optimal seperti lahan rawa, berpasir, sulfat masam dan lahan kering masam. Aplikasi BioSilAc dapat meningkatkan efisiensi konsumsi air 30% untuk TM dan 50% untuk TBM dank enaikan produksi sebesar 12%. Produk BioSilAc telah memenuhi standardisasi nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pertanian No.209/Kpts/SR.320/3/2018 untuk pupuk silika.BioSilAc memiliki kadar Si-tersedia (H4SiO4) 9-12%. Pada tahun 2019, BioSilAc telah memperoleh Nomor pendaftaran pupuk dari Kementerian Pertanian dengan No.606.OL/Kpts/SR.320/B/10/2019.Teknologi produksi BioSilAc telah dipatenkan dengan Nomor Pendaftaran S00201900212 dan S00202102361. Selain itu pula, teknologi ini juga mendapat penghargaan Golden Award di tingkati nternational masing-masing dari Cyber International Genius Inventor Fair 2020 (CIGIF 2020) diSeoul, Korea pada bulan Desember 2020 dan Toronto International Society of Innovation andA dvanced Skills (TISIAS) di Toronto, Kanada pada bulan Agustus 2021.

Kemasan dan produk BioSilAc tablet untuk kelapa sawit

Manfaat soft dan hard return kepada Stake Holder Pengguna Teknologi BioSilAc Perkebunan kelapa sawit di Indonesia merupakan bagian yang sangat penting dan signifikan bagi

percepatan pembangunan ekonomi nasional serta memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dan nilai ekspor. Total luas areal kebun kelapa sawit tahun 2019 yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian berdasarkan hasil rekonsiliasi perhitungan luas tutupan kelapa sawit nasional adalah 16,38 juta ha. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas hasil panen tandan buah segar (TBS) untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dan produksi bioenergi (Pahan, 2008; Lubis, 2008). Pemerintah dalam hal meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang bersumber dari perkebunan kelapa sawit dengan arah pengembangan,
menempatkan komoditas ini sebagai unggulan nasional melalui pengembangan industri serta produk
samping secara industria. BioSilAc merupakan produk pengembangan riset di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (Santi & Goenadi, 2017; Santi et al, 2017; Santi et al, 2018a; Santi et al, 2018b; Santi etal, 2018c). Aplikasi BioSilAc untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi (N, P, K, dan unsur mikro lainnya) serta meningkatkan ketahanan tanaman kelapa sawit terhadap cekaman kekeringan dan penyakit. Adapun spesifikasi produk ini mengandung SiO2 Total (17-20%), Silika tersedia (H4SiO4) sebesar min. 5%, kadar air 2-5%, pH 7,5-9,5 dan fungi pelarut silika. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan, produktivitas serta mengurangi dampak perubahan iklim terhadap produktivitas kelapa sawit konsep yang ditawarkan dalam penggunaan BioSilAc adalah:

(1) meningkatkan daya dukung lahan dengan cara meningkatkan kesehatan tanah dan ketersediaan hara.

(2) meningkatkan ketahanan tanaman kelapa sawit terhadap cekaman kekeringan, (3) mendorong pertumbuhan vegetatif, dan (4) meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Dengan melihat potensi dan kemudahan dalam aplikasi secara luas produk BioSilAc hasil dari pengembangan riset ini, maka dipandang perlu untuk mensosialisasikannya kepada para stake holder perkebunan kelapa sawit sekaligus melaksanakan sharing teknologi budidaya pengelolaan lahan kelapa sawit dan precision farming lainnya yang terkoordinasi. Hal ini sejalan dengan mandatori yang telah dicanangkan bahwa output dari riset diharapkan dapat dimanfaatkan dan terdelivery kepada para stake holder secara berkelanjutan.

Dosis dan Cara Aplikasi
Adapun dosis untuk aplikasi BioSilAc adalah: 1. TBM 1-2 : 75% pupuk NPK rekomendasi kebun + 2 tablet BioSilAc/pokok/tahun 2. TBM 3-TM : 75% pupuk NPK rekomendasi kebun + 4 tablet BioSilAc/pokok/tahun. Pengamatan pertumbuhan vegetatif untuk bibit pindah tanam/TBM 1-3 dilakukan pada 6 dan 12 bulan setelah aplikasi awal (BSA). Parameter pengamatan mencakup tinggi tanaman, jumlah daun,tebal petiola, lebar petiola, pertambahan panjang dan jumlah pelepah, serta kekerasan pelepah. Sementara itu untuk TM dapat dilakukan pengamatan produktivitasnya setelah dilakukan aplikasi BioSilAc secara rutin serta konsumsi air dari pokok kelapa sawit.

You may also like

Leave a Comment

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 118880681

article 118880682

article 118880683

article 118880684

article 118880685

article 118880686

article 118880687

article 118880688

article 118880689

article 118880690

article 118880691

article 118880692

article 118880693

article 118880694

article 118880695

article 118880696

article 118880697

article 118880698

article 118880699

article 118880700

teknik rtp mahjong ways

pola scatter hitam rtp

analisis rtp pg soft

strategi rtp mahjong ways2

validasi rtp kasino online

psikologi rtp mahjong ways

analisa grafik rtp pg soft

rtp live server kasino

pola tempo scatter hitam

rtp mahjong ways koneksi

article 118880711

article 118880712

article 118880713

article 118880714

article 118880715

article 118880716

article 118880717

article 118880718

article 118880719

article 118880720

berita 128000751

berita 128000752

berita 128000753

berita 128000754

berita 128000755

berita 128000756

berita 128000757

berita 128000758

berita 128000759

berita 128000760

article 128000761

article 128000762

article 128000763

article 128000764

article 128000765

article 128000766

article 128000767

article 128000768

article 128000769

article 128000770

metodologi rtp scatter hitam

pola visual psikologi pg soft

studi rtp kasino online

sinkronisasi pola mahjong ways

prediksi rtp mahjong ways

algoritma pg soft digital

transparansi rtp kasino

efisiensi modal mahjong ways

kecepatan server rtp scatter

statistik rtp mahjong ways

article 128000781

article 128000782

article 128000783

article 128000784

article 128000785

article 128000786

article 128000787

article 128000788

article 128000789

article 128000790

artikel 128000846

artikel 128000847

artikel 128000848

artikel 128000849

artikel 128000850

artikel 128000851

artikel 128000852

artikel 128000853

artikel 128000854

artikel 128000855

post 128000856

post 128000857

post 128000858

post 128000859

post 128000860

post 128000861

post 128000862

post 128000863

post 128000864

post 128000865

post 128000866

post 128000867

post 128000868

post 128000869

post 128000870

post 128000871

post 128000872

post 128000873

post 128000874

post 128000875

pola pg soft disiplin bermain

transparansi rtp mahjong ways

sensor data kasino online

panduan rtp mahjong ways2

pola scatter hitam mingguan

fluktuasi rtp mahjong ways

strategi pola mahjong ways2

analisa rtp live scatter

sistem pg soft mekanisme

pola distribusi kasino global

post 128000886

post 128000887

post 128000888

post 128000889

post 128000890

post 128000891

post 128000892

post 128000893

post 128000894

post 128000895

story 138000856

story 138000857

story 138000858

story 138000859

story 138000860

story 138000861

story 138000862

story 138000863

story 138000864

story 138000865

post 138000866

post 138000867

post 138000868

post 138000869

post 138000870

post 138000871

post 138000872

post 138000873

post 138000874

post 138000875

post 138000876

post 138000877

post 138000878

post 138000879

post 138000880

post 138000881

post 138000882

post 138000883

post 138000884

post 138000885

indikator rtp pg soft

pola visual server mahjong

rtp momentum scatter hitam

strategi manual kasino online

perbandingan rtp mahjong ways2

pola simbol pg soft

rtp pola layar mahjong

strategi modal scatter hitam

evaluasi rtp server kasino

pola riwayat mahjong ways2

post 138000896

post 138000897

post 138000898

post 138000899

post 138000900

post 138000901

post 138000902

post 138000903

post 138000904

post 138000905

journal-228000406

journal-228000407

journal-228000408

journal-228000409

journal-228000410

journal-228000411

journal-228000412

journal-228000413

journal-228000414

journal-228000415

journal-228000416

journal-228000417

journal-228000418

journal-228000419

journal-228000420

journal-228000421

journal-228000422

journal-228000423

journal-228000424

journal-228000425

journal-228000426

journal-228000427

journal-228000428

journal-228000429

journal-228000430

journal-228000431

journal-228000432

journal-228000433

journal-228000434

journal-228000435

cuaca 228000436

cuaca 228000437

cuaca 228000438

cuaca 228000439

cuaca 228000440

cuaca 228000441

cuaca 228000442

cuaca 228000443

cuaca 228000444

cuaca 228000445

cuaca 228000446

cuaca 228000447

cuaca 228000448

cuaca 228000449

cuaca 228000450

keamanan scatter hitam global

volatilitas rtp mahjong ways

logaritma digital pg soft

transparansi rtp kasino online

pola transisi mahjong ways

monitoring rtp real time

statistik putaran pg soft

algoritma rtp pg soft

manajemen risiko kasino

metrik rtp mahjong ways

strategi scatter hitam adaptif

validitas rtp kasino online

pola rekap mahjong ways

sinkronisasi rtp server

volatilitas mahjong ways

cuaca 228000466

cuaca 228000467

cuaca 228000468

cuaca 228000469

cuaca 228000470

cuaca 228000471

cuaca 228000472

cuaca 228000473

cuaca 228000474

cuaca 228000475

cuaca 228000476

cuaca 228000477

cuaca 228000478

cuaca 228000479

cuaca 228000480

article 228000441

article 228000442

article 228000443

article 228000444

article 228000445

article 228000446

article 228000447

article 228000448

article 228000449

article 228000450

article 228000451

article 228000452

article 228000453

article 228000454

article 228000455

statistik rtp mahjong ways2

pola mitigasi scatter liar

rtp pg soft sesi stabil

sinkronisasi data kasino online

rasio rtp mahjong ways

prediksi scatter hitam

algoritma rtp mahjong ways2

logika pola pg soft

analisa rtp kasino modern

optimasi scatter riwayat putaran

article 228000466

article 228000467

article 228000468

article 228000469

article 228000470

article 228000471

article 228000472

article 228000473

article 228000474

article 228000475

update 238000532

update 238000533

update 238000534

update 238000535

update 238000536

update 238000537

update 238000538

update 238000539

update 238000540

update 238000541

post 238000541

post 238000542

post 238000543

post 238000544

post 238000545

post 238000546

post 238000547

post 238000548

post 238000549

post 238000550

post 238000551

post 238000552

post 238000553

post 238000554

post 238000555

post 238000556

post 238000557

post 238000558

post 238000559

post 238000560

fluktuasi rtp mahjong ways2

konsistensi scatter statistik

pola sesi mahjong ways

transparansi rtp kasino online

scatter hitam sinkronisasi server

prosedur pola pg soft

algoritma rtp free spin

distribusi scatter acak

respon mesin mahjong ways

keamanan data rtp kasino

post 238000571

post 238000572

post 238000573

post 238000574

post 238000575

post 238000576

post 238000577

post 238000578

post 238000579

post 238000580

news-1701