(Jakarta) Acara prescom Bakti Nuswantara mengangkat tema Indonesiaku Engkau Mau Kemana?di hadiri ketua umum Kombes (P) Kharlles Simanjuntak dan Sekjen Bakti Nuswantara E.H.Aini Pattihahuan.Acara berlangsung di kantor media center Bakti Nuswantara Tebet barat dalam IX No 13 Jakarta Selatan.Selasa(16/08/22).
Ketua Umum Bakti Nuswantara
Kombes (P) Kharlles Simanjuntak menyampaikan dengan merayakan HUT RI Ke-77 2022 adalah tepatnya tanggal 17 Agustus 2022.kami dari ormas bakti Nusantara bersamaan dengan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2021 dan relatif usian kami belum satu tahun kami ingin memberikan prescom sebagai wujud dari kami terhadap mengisi kemerdekaan ini menjelang besok kita merayakan hari kemerdekaan HUT RI Ke-77.
Beberapa hal yang perlu kami sampaikan yang pertama adalah secara feksual melihat bahwa HUT RI Ke-77 dimana tahun ini kita merayakan kemerdekaan ini memiliki nilai-nilai spertual kita kembali kepada ajaran dan iman. Kita tahu dimana angka 7 itu adalah angka yang spritual hanya tuhan yang menciptakan alam semesta.Kami ingin memberikan respon apa makna dari angka ke-77 tahun itu.
Tuhan menganugerahkan kemerdekaan bagi kita dengan tema Indonesiaku engkau mau kemana?.HUT RI Ke-77 tahun Indonesia merdeka mau dibawa kemana?Tujuh (7) adalah angka sempurna angkat peristirahatan angka bebas kalau double tujuh(7).
Kita ini sudah masuk puncak hilang rasa takut kekewatiran terhadap bahaya penyakit covid-19,takut dari bahaya narkoba terhadap kejahatan-kejahatan kriminal,tidak takut lagi dengan bahaya korupsi yang merongrong di berbagai negara.Negara kita ini adalah negara yang melimpah kekayaan dari Tuhan.
Bila kita kembali ketujuan negara kita yang diamanatkan oleh dalam pembukaan UUD 1945 tujuan negara kita ini adalah negara yang berdaulat,adil dan makmur.
Pengertian merdeka itu apa? Merdeka itu artinya kita menentukan arah kemana kita akan melangkah kita bebas akan ketakutan, intervensi asing maupun elitgloban apakah ini sudah tercapai dengan adanya merdeka.
Negara berdaulat apakah itu negara kita sudah menjadi negara berdaulat kita menentukan negara yang sesuai aspirasi nilai-nilai bangsa kita.Apakah keadilan itu sudah di rasakan oleh masyarakat dimana institusi penegak hukum polisi,jaksa,hakim dan pengacara hukum apakah sudah merealisasikan nilai-nilai hati didalam bangsa dan negara khususnya masyarakat kalangan menengah kebawah.
Kemakmuran apakah negara kita yang melimpah kekayaan ini sudah dirasakan kemakmuran atau kemakmuran sudah merata dinikmati oleh segelintir orang saja.Mari kita merenungkan 77 tahun kita merdeka tujuan nilai-nilai leluhur sudah kita dapat raih.
Kita koreksi diri bahwa kita sudah salah arah membawa bangsa ini mari kita berobat dari dosa kita dari seluruh elemen bukan hanya alat negara atau pemerintah tapi seluruh elemen.Mari kita bertobat tuhan pasti menerima ampunan kita dari kesalahan-kesalahan kita dengan tidak mengulangi perbuatan dosa dan kesalahan.
Saya kira tuhan kasi pengampunan kepada kita dan mari kita mulai menatap ulang dimulai 77 tahun Indonesia merdeka menatap ulang melihat ke belakang untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara Indonesia yang merdeka berdaulat adil dan makmur.
Mari kita minta hikmah kepada Tuhan orang pintar banyak orang cerdas banyak tapi apakah orang pintar atau orang cerdas bisa menyelesaikan masalah nanti dunia ini banyak dokter dan profesional dokter sampai sekarang pandemi tidak bisa diatasi hanya hikmah dari tuhan lah yang bisa memberikan solusi.
Bangsa kita ini butuh kecerdasan
mari kita memanfaatkan momen 2024 yang mungkin tinggal dua tahun lagi ini menentukan perjalanan bangsa selanjutnya. Apakah kita menuju arah yang benar akan ditentukan pada saat pimpinan bangsa presiden, legislatif,kepala daerah akan kita tentukan perjalanan bangsa kedepan setelah 77 tahun.
Kita persiapkan dan memilih pemimpin yang punya kwalitas yang pertama atau karakter takut sama tuhan.Apakah pemimpin yang kita dapatkan adalah pemimpin yang takut sama tuhan apabila pemimpin takut sama tuhan pasti dia akan mengabdi dengan benar kepada bangsa dan negara.
Karena kita melihat sekarang ini nilai-nilai keimanan sudah tidak ada tidak takut lagi sama tuhan seperti nya agama itu hanya simbol saja kita punya KTP Kristen atau Islam tidak mengerti hakekat yang terkandung didalam kaidah-kaidah yang terkandung dalam KTP tersebut.
Pemimpin yang takut akan tuhan bukan takut kepada istri bukan takut kepada penguasa dan bukan takut kepada segala macam.
Pemimpin yang memiliki hati yang merakyat pemimpin yang merindukan rakyat dan dekat dengan masyarakat jadi ini perlu kita dapat kan sehingga begitu mendapatkan amanah dari tuhan pemimpin bangsa ini proses pertama adalah melayani kekuasaan yang dia terima dari rakyat itu sebagai negara demokrasi.
Kita mencari pemimpin yang melayani dan pemimpin yang dekat dengan masyarakat tidak ada jarak, kita melihat sekarang budaya-budaya yang konsumtif bisa kita lihat adanya kejadian yang mengejutkan betapa marah penguasa yang diberikan amanah dari rakyat itu hidup dengan berlimpahan dengan kekuasaan,materi, segala macam sehingga bisa memutar balikkan keadaan.
Kami menghimbau kepada seluruh elemen bangsa mari manfaatkan momen tahun 2024 nanti mencari dan memilih pemimpin yang takut akan tuhan, rendah hati dan melayani masyarakat.Apabila sosok itu sudah kita temukan maka saya percaya tidak lama lagi kita akan bisa mencapai nilai-nilai luhur yang di dalam UUD 1945.