
Jakarta /Indonesia Top Model 2025 resmi membuka rangkaian kegiatan melalui konferensi pers bertema Kreasi Budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (28/11)2025 Memasuki penyelenggaraan ke-45, ajang ini mengangkat konsep besar “Generasi Budaya” yang menonjolkan kekayaan etnik Nusantara melalui sentuhan fashion modern.
Dengan menghadirkan finalis dari 38 provinsi, Indonesia Top Model 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi modeling, melainkan juga wadah pendidikan karakter, kreativitas, dan penguatan identitas budaya bagi generasi muda.
Warisan Budaya Jadi Roh Utama Kompetisi,Ketua Umum Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI), Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa tema tahun ini dipilih sebagai upaya meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas nasional.
“Indonesia Top Model 2025 bukan hanya soal kompetisi modeling. Ini adalah ruang pembinaan karakter agar peserta memahami keberagaman budaya dan nilai-nilai luhur yang kita miliki,” ujarnya.
Konsep “Generasi Budaya” diwujudkan lewat eksplorasi busana etnik, pemahaman karakter, hingga pendalaman kearifan lokal yang menjadi kekuatan industri fashion Indonesia.
Karantina di TMII dan Museum Listrik Hadirkan Pembelajaran Lintas Bidang, Selama masa karantina, para finalis menjalani berbagai kegiatan edukatif di TMII, seperti:
Workshop fashion & etnik
Kelas etiket
Pelatihan public speaking
Sesi pemotretan bertema budaya di anjungan-anjungan provinsi, Sebagian agenda juga berlangsung di Museum Listrik dan Energi Baru (MLEN) – PLN Group yang memberikan ruang pembelajaran mengenai teknologi energi.
Perwakilan Museum Listrik, Sirip, mengatakan kolaborasi ini memberikan pengalaman baru bagi peserta.
“Peserta tidak hanya mengenal unsur budaya, tetapi juga mempelajari perkembangan energi dan teknologi melalui museum,” terangnya.
Dimeriahkan Para Profesional dan Publik Figur, Konferensi pers juga menghadirkan sejumlah figur publik dan pelaku industri kreatif yang terlibat sebagai juri maupun pembina. Mereka berbagi pengalaman serta memberikan motivasi bagi para finalis yang ingin berkarier di dunia fashion, hiburan, hingga industri kreatif.
Nama-nama yang hadir antara lain:Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi, SPB, FICS, DFM — Juri Pembina YAPMI, Dr. Suci Budhiani, Sp.DVE, M.Kes — Juri dokter klinik, Meliyanti — Juri model senior & alumni YAPMI, Congki Perwira — Juri pencipta lagu, Rusniawari Ayu Syahfitri, SH., MH. — Juri bidang hukum/pengacara, Sirip — Sponsor dan perwakilan Museum Listrik dan Energi Baru, Berby Kumalasari Publik figur dan alumni YAPMI
Para desainer lokal, termasuk Greas Designer, Para desainer turut menampilkan rancangan busana etnik yang akan digunakan dalam penilaian kategori budaya, menambah semarak kehadiran unsur tradisi di panggung Indonesia Top Model 2025.
Menuju Grand Final Indonesia Top Model 2025, Ajang ini akan mencapai puncaknya pada Grand Final akhir November 2025. Para pemenang nantinya akan menjadi representasi YAPMI pada berbagai kegiatan fashion, edukasi, dan budaya di tingkat nasional.
YAPMI juga membuka peluang untuk menyelenggarakan Grand Final Indonesia Top Model 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan pusat kebudayaan dan industri kreatif di ibu kota baru.
Indonesia Top Model 2025: Merangkai Fashion dan Budaya untuk Generasi Baru, Melalui tema “Generasi Budaya”, Indonesia Top Model 2025 ingin memastikan bahwa dunia modeling tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang identitas, edukasi, dan pelestarian budaya.
Dengan kolaborasi bersama TMII, Museum Listrik, para juri profesional, serta pelaku kreatif lintas bidang, Indonesia Top Model 2025 hadir sebagai wadah pembentukan model-model muda yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki wawasan budaya yang kuat.