
Jakarta, — Di tengah gemerlap lampu panggung dan hiruk-pikuk kompetisi modeling anak, sosok mungil dari Papua berhasil mencuri perhatian. Namanya Hutria Barry Cherese Yoku, 5 tahun, yang tampil memukau dengan kostum adat Sentani hingga mengantarkannya meraih Juara 1 Mom & Kids dan The Best Catwalk di ajang modeling nasional.
Namun di balik langkah percaya dirinya di runway, ada kisah mengharukan tentang perjuangan seorang ibu yang bekerja sebagai sipir Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura sebuah profesi yang jauh dari glamor dan dunia fashion.
Ia adalah Fitria Kadir, seorang PNS dengan pengabdian 25 tahun yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di panggung fashion.
Dari Koridor Penjara ke Red Carpet Modeling
Bagi Fitria, dunia modeling adalah dunia yang benar-benar baru.
“Saya ini biasa menghadapi narapidana, bukan kamera, bukan makeup, bukan catwalk,” ujarnya sambil tersenyum malu mengenang momen pertamanya ikut ajang Mom & Kids.
Rasa gugup itu semakin nyata ketika pada hari perlombaan, sebuah insiden tak terduga terjadi.
“Baju adat dan aksesoris kepala tertinggal di kamar. Makeup belum selesai, saya langsung lari kembali. Rasanya campur aduk, antara panik dan lucu,” kenangnya.
Saat akhirnya berhasil naik panggung bersama Hutria, Fitria mengakui ia tampil kaku. Tetapi semua itu hilang ketika melihat keberanian putrinya.
“Begitu lihat Hutria jalan dengan percaya diri, saya langsung lupa grogi. Dia seperti membawa energi yang menenangkan.” ungkapnya.
Hutria, Anak Ceria yang Tumbuh dalam Ritme Kesibukan Ibu
Sejak bayi, Hutria memang tumbuh dalam lingkungan kerja sang ibu.
“Semua anak saya, termasuk Hutria, sering ikut ke tempat tugas. Dua minggu sampai sebulan ada di lapas bersama saya. Mereka tumbuh jadi anak yang kuat,” cerita Fitria.
Mungkin dari sanalah keberanian Hutria tumbuh. Di usianya yang baru 5 tahun, ia sudah menunjukkan banyak bakat:
Modeling
Dance & TikTok
Renang
Silat
Bahasa Inggris
Menulis dan berhitung cepat
Keaktifannya menjadi salah satu cara orang tuanya menjauhkan anak dari pengaruh negatif gawai.
“Handphone itu berbahaya kalau tidak dikontrol. Makanya saya ikutkan les-les supaya energinya tersalurkan ke hal yang positif,” kata Fitria.
Hobi Banyak, Prestasi Lebih Banyak
Dalam 1 tahun terakhir, perjalanan modeling Hutria berkembang sangat pesat. Prestasi yang berhasil ia raih antara lain:
Juara 1 mom & kids dan 2 umum kategori A dan The best catwalk di Top model nasional.
Juara terbaik 2 di keren beken tingkat nasional dan juara 2 di model Indonesia ewort nasional 2025
Juara 1 Mom & Kids
The Best Catwalk
Juara 1 dan Juara 2 berbagai lomba sejak usia 4 tahun
Juara 1 Top Model Papua (dua kali)
Best Personality
Kontrak modeling dari Yayasan Model Indonesia (30/11/2025)
Fitria menyebut bahwa sejak kecil, Hutria sangat ceria dan ekspresif.
“Hutria itu kalau musik dinyalakan langsung menari, kalau kamera diarahkan langsung pose. Dia anak yang sangat periang dan spontan.”
Kakaknya, Viola seorang model cilik berprestasi justru ikut termotivasi oleh sang adik.
“Viola itu awalnya pemalu. Tapi lihat Hutria berani, dia ikut percaya diri,” ujar Fitria.
Keluarga Besar yang Kompak Mendukung
Hutria adalah anak ketujuh dari pasangan Greq Virgilius Yoku, seorang PNS sekaligus mantan pemain bola, dan Fitria Yoku yang bekerja sebagai petugas Lapas Narkotika.
Meski pekerjaan orang tua padat dan penuh tantangan, keluarga Yoku selalu berusaha hadir untuk anak-anak.
“Semua kakaknya mendukung. Mereka sering ikut antar, dampingi, bahkan bantu Hafalin koreografi. Mereka kompak sekali,” kata Fitria.
Cita-Cita yang Besar dari Hati Seorang Anak Kecil
Saat ditanya cita-citanya, Hutria menjawab dengan polos namun penuh keyakinan:
“Mau jadi dokter, artis, dan model.”
Bagi Fitria, apa pun cita-cita anaknya, ia ingin menjadi orang pertama yang mendukung.
“Yang penting dia bahagia dan tetap dekat sama Tuhan. Bakat itu anugerah, tugas kami adalah menjaga dan mengarahkannya.” ujarnya.
Pesan Modeling Lifestyle ala Ibu Fitria
Pengalaman pertamanya di runway memberikan pelajaran berarti bagi Fitria.
“Jangan pernah menahan anak kalau mereka punya talenta. Dunia mereka luas. Kita orang tua hanya perlu menemani, bukan menghalangi.” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa modeling bukan sekadar tampil cantik, tetapi pengalaman yang memperluas wawasan.
“Hutria jadi tahu keberagaman bangsa, belajar bersosialisasi, dan melihat dunia lebih luas daripada Papua saja.” tegas Fitri
Bintang Cilik dari Timur yang Siap Bersinar Lebih Jauh
Kisah Hutria adalah kisah tentang keberanian keberanian seorang anak kecil yang menginjak panggung dengan penuh percaya diri, dan keberanian seorang ibu yang rela keluar dari zona nyaman demi menemani buah hatinya bersinar.
Dengan prestasi yang terus bertambah, dukungan keluarga besar, dan semangat tak pernah padam, Hutria Barry Cherese Yoku menjadi salah satu representasi paling indah dari generasi muda Papua yang kreatif, berani, dan siap melangkah ke kancah nasional.