
Jakarta ,22 Oktober 2017-Digitalnewsindo.com
Dalam rangka memperingati hari jadi ke 53 Parisadha Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia (NSI) dan hari Sumpah Pemuda, NSI kembali mengajak seluruh umat Buddha dan umat lintas agama lainnya untuk berkumpul dalam Gerak Jalan Kerukunan. Gerakan ini menjadi upaya untuk semakin menguatkan kesadaran , kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Dengan didasari keinginan untuk selalu memberi manfaat bagi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara . Gerakan jalan kerukunan yang dipusatkan di kantor kementeian Agama RI, Jln MH Thamrin , jakarta merupakan acara tahunan sejak tiga tahun lalu sudah dilakukan .kegiatan Gerak jalan kerukunan ini mendapat dukungan dari kemenag RI/ Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) melalui surat No B – 489/SJ/B .VII.2/ BA.01.2/09/2017 Sama seperti tahun , Mentri Agama RI , Lukman Hakim pada tahun ini kembali melepas dan membuka secara resmi Gerak Jalan Kerukunan yang bertemakan “Dengan Kerukunan yang Semakin Kokoh, kita Kerja bersama untuk wujudkan Indonesia yang Lebih Kasih Sayang”.
Gerak Jalan Kerukunan dimulai dari titik start dari Kantor Kemenag RI, Patung Kuda, Mengelilingi Bundaran HI dan kembali ke Kemenag. Gerak Jalan Kerukunan di ikuti oleh 4100 umat NSI di tambak rekan rekan GO Anchor, Hindu (PHDI), Kristen (PGI) Katolik (KWI) dan Konghucu (Matakim) serta sektor dan Majelis agama Budha lainnya menjadi total 5000 peserta, Gerak Jalan kerukunan ini juga disemarakan dengan penampilan dari Tim Kern an yang berjumlah 600 peserta yang merupakan umat NSI sendiri yang tetfiri dari Marching Band oleh generals muda Budhis NSI, dan juga penari penari tradisional dari umat NSI turut meramaikan. Semangat Bhineka Tunggal Ika tampak pada gerak jalan kerukunan tahun ini dengan parade pakaian daerah dari Sabang sampai Marauke oleh remaja Budhis NSI dan juga keceriaan dari anak anak NSI. Kesempatan ini juga diikuti juga okeh mahasiswa Sekolah Tunggu Agama Bush a (STAB) Samantabadra-NSI dan STAB lainnya.
Gerakan jalan kerukunan ini sangat dibutuhkan bangsa saat ini. Ronan u mat NSI Beretta 600 orang Tim Kesenian NSI setiap hari berdoa dengan suasana hati yang gembira dan penuh keyakinan untuk melaksanakan Gerak Jalan dan momen yang sangat penting ini. Untuk Gerak Jalan ini, Kami mengatur barisan sepanjang 3 KM, umat NSI dilatih untuk baris berbaris secara teratur, berdoa untuk memelihara kerukunan dan menciptakan suasana yang kondusif. Semua ini kami lakukan untuk mendukung gerakan pembangunan yang semakin merata mensejahterakan seluruh rakyat,” ungkap Suhadi Sendjaja, Ketua Umum Parishada Budha Dharma Niciren Syosyu Indonesia.
Kerukunan adalah sesuatu yang sudah ada di Indonesia sejak dulu. Gerak jalan ini menjadi satu kegiatan merawat kerukunan yang direkomendasikan oleh PKUB Kementeian Agama RI, Gerak jalan tahun ini tidal lagi sebatas gerak jalan kerukunan antar umat beragama , namun juga merupakan gerak jalan kerukunan antar agama, ras , suku, antar golongan. Indonesia aman dan tentram adalah doa dan harapan kita bersama .Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
” Indonesia terdiri dari macam-macam suku, agama, ras dan itu yang menjadi sumber kekuatan bagi Indonesia. Hari ini kita bersama-sama menguatkan tekad untuk semakin mendewasakan kesadaran kebangsaan dalam jiwa kita sebagai Warga Negara Indonesia .Segala gerakan yang didasari oleh ketulusan dari hati dan rasa kasih sayang, pasti ada getaran kebaikannya bagi masyarakat, bangsa, dan dunia “. (manto)
150