
Jakarta ,4 Februari 2018—Bahwa segaIa bentuk teror yang dilakukan adalah bertujuan untuk mengintimidasi, saat ini saya, Mayor Jendral TNI Purnawirawan H. Tatang Zaenudin beserta keluarga telah mengalami tindakan teror tersebut.
Bahwa sampai detik ini, kami pihak keluarga sangat yakin bahwa kami tidak memiliki musuh ataupun persoalan kepada pihak manapun, walaupun banyak orang yang mengaitkan teror ini karena perjalanan politik saya beberapa bulan Ialu, yang mewarnai bursa bakal calon Gubernur Jawa Barat, tetapi saya yakinkan bahwa itu tidak benar.
Bahwa kebenaran tentang motif teror kepada kami sekeluarga akan terungkap jika pelakunya tertangkap dan siapa dalang dari ini semua, jadi kami meminta kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera bertindak agar kami mendapatkan keadilan hukum.
Bahwa tindakan teror menggunakan senjata adalah kejahatan besar yang harus menjadi perhatian aparat penegak hukum, jika pelakunya tidak segera tertangkap, maka tindakan teror-teror dikemudian hari akan tumbuh, dikarenakan ketidakmampuan aparat daiam melindungi masyarakat.
Bahwa jika teror ini dilakukan untuk membungkam suara kami yang selalu lantang menolak ketidak adilan, dan istiqomah dalam membela kebenaran maka 1000 peluru pun tidak akan mampu membungkam kami.
Bahwa saya Mayor jenderal TNI Purnawirawan H. Tatang Zaenudin ingin menyampaikan kepada kalian yang meneror kami, bahwa kalian tidak akan dapat tidur dengan nyenyak, karena aparat penegak hukum akan menemukan kalian dimanapun kalian berada saat ini.
KRONOLOGI PENEMBAKAN RUMAH MAYJEN TNI (PURN) H. TATANG ZAENUDIN
Kejadian pada hari Selasa, 30 Januari 2018 pukul 14.45 wib
Lokasi kejadian jl. Bukit Pasir No. 49 RT 001 RW 012 Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Depolg Jawa Barat.
KRONOLOGI. Pukul 14. 45 WIB.
Nyonya Tatang sedang duduk di teras depan paviliun samping rumah. tiba-tiba terdengar suara keras yang membuat nyonya Tatang berlari kedalam rumah memanggil PRT perempuan dan PRT laki-laki. Kemudian PRT menemukan kaca depan paviliun retak dengan ada lingkaran kecil yang di duga adalah hantaman proyektil peluru.
Pukul 14. 50 WIB.
Nyonya Tatang Iangsung menghubungi suami/ Pak Tatang yang sedang berada di luar kota dan anak-anak nya.
Pukul 16. 30 WIB.
Setelah keluarga saling berkoordinasi maka keluarga menyimpulkan untuk memberitahu Ketua RT dan keamanan setempat
pukul 17. 00 WIB.
Babinsa Kelurahan Pasir Gunung Selatan datang ke lokasi. Pukul 17. 30 WIB.
Polisi Sektor Cimanggis datang ke rumah. Pukul 18. 00 WIB.
Provost Batalyon Kavaleri Tank yang dimintai bantuan tuan rumah datang ke lokasi kejadian.
Pukul 18. 30 WIB. Anggota Polres Depok datang ke Iokasi langsung melakukan penyelidikan lokasi. Pukul 19. 00 WIB.
Komandan Batalyon Kavaleri Tank datang kelokasi kejadian.
Pukul 20. 00 WIB.
Kapolres datang kelokasi kejadian.
Pukul 23. 00 WIB.
Seluruh anggota TNI dan Polri meninggalkan lokasi kejadian.
CATATAN
Pada saat kejadian tidak ada saksi mata yang melihat pelaku melakukan penembakan.
lnformasi yang di peroleh dari pemilik warung, sebelum terjadi penembakan, ada orang tak dikena! yaitu lelaki berbadan tegap dengan memakai jaket, Ielaki tersebut belanja di warung, dan berjalan kaki ke arah rumah (lokasi kejadian) lalu 30 menit kemudian berjalan kembali kearah Iuar (arah jalan raya) orang tersebut bukanlah warga sini.
Sampai saat ini pihak kepolisian hanya memeriksa lokasi kejadiaan, tetapi belum mengirim tim ahli agar kita semua mendapatkan kejelasan tentangjenis peluru yang di tembakan.
